Minggu, 15 Desember 2019

Festival Budaya Nusantara Kembali Digelar, Angkat Akar Budaya Tradisi

- 16 November 2019, 15:30 WIB
WAKIL Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja sama Istitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Suhendi Afryanto (tengah) memberikan keterangan pada acarakonferensi pers Festival Budaya Nusantara yang diselenggarakan Prodi Antopologi Budaya ISBI Bandung bertempat di Gedung Rektorat ISBI Bandung Jalan Buah Batu 202 Bandung Jumat, 15 November 2019.*/RETNO HARIYANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Tata kelola kehidupan masyarakat tradisi dapat dijadikan sharing information keilmuan bagi kehidupan masa sekarang. Kegiatan yang berimplikasi pemuliaan kebudayaan menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat sebagai pemiliknya.

Demikian ditegaskan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja sama Istitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Suhendi Afryanto, dalam keterangan persnya, Jumat, 15 November 2019, terkait rencana Festival Budaya Nusantara yang diselenggarakan Prodi Antopologi Budaya ISBI Bandung.

“Selama ini keberadaan masyarakat tradisi atau dikenal dengan kampung adat masih dipandang sebelah mata, karena dianggap tidak mengikuti perkembangan jaman, namun dalam segala hal sebenarnya mereka lebih berbudaya ketimbang masyarakat perkotaan,” ujar Suhendi dalam acara jumpa pers yang digelar di lobby Gedung Kesenian Sunan Ambu kampus ISBI Bandung Jalan Buah Baru 202.

Sebagai intitusi pendidikan seni budaya, menurut Suhendi, ISBI Bandung selalu memposisikan institusi adat di masyarakat sebagai sumber ilmu dan  dijadikan sebagai sumber rujukan pembelajaran. “Implementasinya melalui dua arah, yakni untuk kepentingan penciptaan karya seni dan karya penelitian, karena hal tersebut  ISBI Bandung terus bersinergi dengan kampung adat, yang  beberapa diantaranya sudah menjadi wilayah binaan untuk kepentingan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa,” ujar Suhendi.

Sementara Ketua Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung, Sriati Dwiatmini menambahkan, bahwa secara kelembagaan, ISBI Bandung akan terus mendorong kegiatan yang berimplikasi pada pencapaian visi dan misi institusional. “Yaitu visi dan misi yang mengarah pada kegiatan konservasi, revitalisasi, rekonstruksi, serta inovasi,” ujar Sriati.

Setiap bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh fakultas dan prodi menurut Sriati, adalah bentuk nyata dari implementasi institusionalnya. Seperti Festival Budaya Nusantara yang sudah dilaksanakan untuk ketigakalinya.

Pada Festival Budaya Nusantara ke 3 yang akan digelar Senin, 18 November 2019, akan melibatkan enam masyarakat adat dari Kampung Naga, Cireundeu, Cipta Gelar, Sinar Resmi, Cikondang, dan Kampung Dukuh.

Selain berbagai kesenian tradisional yang mewakili keenam kampung adat, juga akan diselenggarakan Seminar Pararel yang  menyajikan 34 judul makalah dengan berbagai topik terkait upacara atau ritual, kesenian, pariwisata budaya, bahasa dan sastra, kearifan lokal, dan konservasi.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X