Senin, 16 Desember 2019

Oded Mengaku Dapat Pujian Tjahjo Kumolo karena Kebijakan Beri Pelajar Ayam DOC

- 16 November 2019, 08:45 WIB
Sosialisasi Bahaya Narkoba Melalui Seni Budaya Wayang Golek dan Sosialisasi Kang Pisman dalam Dunia Pendidikan tingkat SMP, serta meninjau SMPN 2 sebagai sekolah Binaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Jumat, 15 November 2019.*/HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Program pemberian day old chicken (DOC) bagi pelajar laki-laki, dan benih tanaman bagi (pelajar) perempuan segera berjalan. Wali Kota Bandung Oded M Danial telah meminta Organisasi Perangkat Daerah teknis terkait, di antaranya Dinas Pendidikan, serta Dinas Pangan dan Pertanian agar menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan program tersebut.

Perihal program yang berasal dari gagasannya tersebut, Oded mengaku beroleh pujian dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. "Beliau (Tjahjo) bilang, pemberian DOC, dan benih tanaman bagi pelajar merupakan program yang bagus. Beliau menyampaikan hal itu kepada saya saat berjumpa dalam acara di Batam, beberapa waktu lalu," kata Oded pada sela-sela acara sosialisasi bahaya narkoba melalui seni budaya wayang golek, dan sosialisasi Kang Pisman dalam dunia pendidikan tingkat SMP Kota Bandung, sekaligus meninjau SMPN 2 Bandung sebagai sekolah binaan lingkungan dari DLHK dan Dispangtan, Jalan Sumatera, Jumat, 15 November 2019.

Pujian Tjahjo, bagi Oded, menambah semangat guna menjadikan Bandung sebagai kota terdepan dalam aspek pendidikan karakter, dan budaya. Menurut dia, pemberian DOC, dan benih tanaman bagi pelajar SD beserta SMP termasuk bagian cara dalam mencapai tujuan tersebut.

Perihal waktu tepat pelaksanaan program, Oded belum menyebutkan. Saat ini, Pemkot Bandung masih mengutamakan persiapan di berbagai aspek agar hasil atas pelaksanaan program sesuai dengan harapan. Pembekalan beserta pelatihan memiara ayam beserta tanaman yang baik bagi pelajar merupakan salah satu bentuk persiapan.

"Selain pendidikan karakter, banyak tujuan lain di balik rencana pelaksanaan program tersebut, menumbuhkan semangat wirausaha (enterpreneur), menanamkan sikap sayang terhadap binatang, melatih tanggung jawab, mengenalkan kesadaran akan ketahanan pangan, menyukseskan program Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan (Kang Pisman). Tentu, program itu turut memuat pembelajaran praktik dari Ilmu Biologi," tutur Oded.

Memiara ayam bagi pelajar laki-laki, dan tanaman (bagi pelajar perempuan) termasuk dalam bentuk program penguatan, atau pendidikan karakter Bandung Masagi. Organisasi Perangkat Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah teknis perihal pemberian day old chicken (DOC), dan benih tanaman kepada pelajar SD, dan SMP. Pelaksanaan tahap awal kegiatan yang bermula dari gagasan Wali Kota Bandung Oded M Danial tersebut bakal dilaksanakan di Kecamatan Gedebage, dan Cibiru.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menuturkan, kegiatan memiara ayam beserta tanaman mengisi aspek edukasi program Bandung Masagi. Pembahasan perihal langkah teknis pelaksanaan masih terus berlangsung. "Memiara ayam beserta tanaman masuk dalam sistem pembelajaran SD, SMP, juga progam Bandung Masagi. Kami mencoba dulu pelaksanaannya di dua kecamatan, Gedebage, dan Cibiru," kata Gin Gin.

Berdasarkan rencana, tutur Gin Gin, sekolah mengarahkan siswa membentuk kelompok. Tiap-tiap kelompok beranggota lima siswa yang beroleh tugas berbeda-beda, seperti pengamatan, menyusun laporan. Bagi kelompok pelajar laki-laki, ada yang bertugas membuat kandang secara efisien. "Untuk kelompok laki-laki, dapat berembuk dalam menentukan rumah salah seorang anggota yang menjadi lokasi pemiaraan ayam," ucap Gin Gin.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dispangtan Kota Bandung bertugas sebagai pendukung teknis. Dispangtan tengah menyiapkan 1.000 hingga 2.000 DOC, dan sekitar 1.500 benih tanaman.

Gin Gin mengatakan, penyediaan DOC sedang agak sulit karena pengaruh kondisi peternakan ayam yang sedang lesu, juga faktor cuaca. Selain mencari ke pemasok (suplier), pihaknya juga mengikutsertakan komunitas dalam hal penyediaan DOC. Sementara itu, kebutuhan bibit tanaman sudah siap, mengingat Dispangtan mempunyai pusat pembibitan. "Penyediaan DOC dari komunitas, bukan APBD. Selain menyediakan DOC, komunitas juga bakal bertindak sebagai pelaksana," ucap Gin Gin.

Perihal waktu tepat pelaksanaan, Gin Gin belum bisa menyebutkan karena perlu lebih dulu melapor ke Wali Kota Bandung Oded M Danial. Harapannya, pemberian DOC beserta benih tanaman secara simbolis dapat berlangsung pada 21 November 2019, bertepatan dengan pelaksanaan gerakan Bandung Menanam jilid pertama, juga peringatan Hari Pohon Sedunia.***



Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X