Rabu, 11 Desember 2019

DPRD Jabar Kritisi Pembuatan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

- 15 November 2019, 23:17 WIB
PEKERJA menyelesaikan pembuatan kolam renang proyek revitalisasi taman di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jumat 15 November 2019. Selain kolam renang, pada proyek yang mencapai Rp 4 miliar itu akan dibangun pula gazebo dan taman yang ditata kembali.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- DPRD Jawa Barat segera memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk meminta penjelasan pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan. Selain memanggil Gubernur, DPRD juga memanggil bidang kerumahtanggaan Gedung Pakuan dalam waktu dekat ini.

Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Imam Budi Hartono mengatakan, dilihat dari sisi anggaran yang digunakan untuk pembangunan kolam renang ini dianggap terlalu mengada-ada.

Dia menilai, tidak benar jika gubernur hanya mementingkan dirinya sendiri dan keluarga untuk menganggarkan pembuatan kolam renang tersebut. Terlebih jika pembuatan kolam renang ini dibiayai dari APBD Jawa Barat. Dari informasi yang beredar, pembuatan kolam renang itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar.

“Menurut saya enggak bener kalau gubernur hanya mementingkan dia dan keluarganya dalam menganggarkan itu (kolam renang). Dari sisi penganggaran, kita melihat ini terlalu mengada-ada. Enggak prinsip banget. Memangnya gubernur mau berenang tiap hari? Rakyat gak bisa menggunakan itu (kolam renang) karena ini kan di Gedung Pakuan yang merupakan rumah jabatan gubernur. Ini kan keperluan personal,” ujar Imam, Jumat 15 November 2019.

Dia menilai, masih banyak kebutuhan rakyat Jawa Barat yang mendasar dan belum terealisasikan. Anehnya lagi, lanjut Imam, mata anggaran pembuatan kolam renang ini seolah disembunyikan bagian kerumahtanggaan Gedung Pakuan. Akibatnya, anggota DPRD Jawa Barat pun seolah luput menanyakan hal ini.

“Yang anehnya itu memang sepertinya disembunyikan anggaran ini, sehingga kita juga enggak tahu. Seharusnya kan ini disampaikan ke kita (DPRD) bahwa ada anggaran ini dan dipresentasikan. Karena banyaknya semua ajuan dari lembaga (organisasi perangkat daerah), membuat kita memang hal-hal sedetail itu tidak kelihatan kemarin. Memang itu kita sesalkan juga,” ujar dia.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi I DPRD Jawa Barat yang membidangi kesekretariatan daerah dan pemerintahan.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Abdy Yuhana mengatakan, ada beberapa perspektif tentang pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan, termasuk revitalisasi taman di Gedung Sate. Pihaknya mengaku belum menemukan alasan rasional untuk dianggarkannya kolam renang dan revitalisasi taman Gedung Sate ini yang anggarannya cukup fantastis. Selain itu, dari sisi cagar budaya yang menetapkan Gedung Pakuan sebagai salah satu heritage.

“Dari sisi RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah), semua pembangunan itu kan harus berorientasi ke RPJMD. Sementara dengan revitalisasi taman Gedung Sate dan kolam renang ini, tidak berkorelasi. Yang ada adalah ini lebih kepada kepentingan pribadi gubernur. Jika pembangunan (revitalisasi taman Gedung Sate dan kolam renang di Gedung Pakuan) tidak berkorelasi dengan kebutuhan masyarakat, tentunya ini perlu ditinjau ulang,” ujar Abdy.***



Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X