Rabu, 11 Desember 2019

Aktivis Jerman: Sampah Plastik di Citarum Berkurang Drastis

- 14 November 2019, 14:45 WIB
MAHASISWA Tel-U bersama Satgas Citarum Harum mengimplementasian aplikasi pendeteksi polutan di Oxbow Bojongsoang, Sektor 6 Citarum Harum, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu, 13 November 2019. Aplikasi itu akan diterapkan oleh para mahasiswa yang melaksanakan KKN Tematik di lokasi tersebut selama beberapa waktu ke depan.*/ANTARA

SOREANG, (PR).- Aktivis lingkungan asal Jerman menilai program Citarum Harum telah sukses membuat Sungai Citarum menjadi bersih, terutama dari sampah plastik. Mereka menilai permukaan Sungai Citarum kini sudah jauh lebih bersih dibandingkan dengan kondisi tiga tahun lalu saat sungai tersebut dicap sebagai sungai terkotor di dunia.

Salah seorang aktivis dari komunitas Plastic Fischer Jerman, Karsten Hirsch mengatakan, tiga tahun lalu dirinya memang belum melihat secara langsung kondisi Sungai Citarum. "Namun dari berbagai informasi yang kami terima, saat itu Sungai Citarum sangat kotor dan dipenuhi sampah termasuk sampah plastik," ujarnya di sela-sela kegiatan KKN Tematik Mahasiswa Telkom University di Sektor 6 Citarum Harum, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu, 13 November 2019.

Hal itulah, kata Karsten, yang membuat ia dan sejumlah aktivis lain dari Plastic Fischer akhirnya tergerak untuk membantu program Citarum Harum sejak tiga bulan lalu. Sejauh ini ia melihat perkembangan signifikan dalam kebersihan Sungai Citarum.

"Keterlibatan tentara di sini sangat bagus. Tidak hanya mengurangi sampah yang ada dipermukaan sungai, tetapi mereka juga mampu terus menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah plastik ke sungai," kata Karsten.

Meskipun demikian, sebagai aktivis ia menilai masih banyak sampah plastik yang harus segera dibersihkan dari Sungai Citarum. Terutama yang mengendap dan sudah menjadi bagian dari tanah di dasar sungai.

Oleh karena itu, Karsten menilai masih banyak yang harus dikerjakan untuk memulihkan Sungai Citarum. Namun hal itu membutuhkan kepedulian semua pihak, tidak hanya satgas.

Dansektor 6 Satgas Citarum Harum Kolonel Arhadun Dodo Irmanto pun membenarkan hal tersebut. Ia menilai tantangan terbesar program Citarum Harum khususnya di sektor 6 adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Kalau kita melihat saat ini sungai memang terlihat bersih, tetapi terkadang saat hujan masih ada saja sampah yang melintas di permukaan sungai. Kita sudah berbuat yang terbaik, tetapi memang hasilnya belum maksimal, baru sekitar 80 persen," kata Dodo.

Menurut Dodo, saat ini pihaknya bersyukur mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai stakeholder seperti perguruan tinggi termasuk Tel-U yang beberapa kali menggelar KKN Tematik di lokasi tersebut, serta keterlibatan aktivis asing. "Saya kira dengan keterlibatan semua bisa membuat target Citarum menjadi sungai terbersih di dunia bisa tercapai kurang dari target Presiden selama tujuh tahun," ucapnya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X