Bongkar Taman dan Tutup Parkir PVJ, Kelanjutan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Sukajadi Bandung

- 13 November 2019, 05:23 WIB
SUASANA Jalan Sukajadi, Kota Bandung, seperti terpantau ATCS, 12 November 2019.*

BANDUNG, (PR).- Para pihak dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengadakan rapat evaluasi, dan menyusun kajian perihal manajemen arus lalu lintas di kawasan Sukajadi, Cipaganti, Setiabudi. Berdasarkan hasil rapat, para pihak bakal mengambil sejumlah langkah lanjutan guna mengurai titik antrean kendaraan yang masih terjumpa.

Di antaranya memodifikasi sejumlah taman, serta meminta kepada pihak mal PVJ agar menutup akses ke luar, dan masuk kendaraan yang berada di Jalan Sukajadi. Demikian kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa 12 November 2019.

Akses ke luar, dan masuk PVJ yang berada di Jalan Sukajadi, menurut Yana, turut menjadi penghambat arus lalu lintas. Dia telah menginstruksikan kepada jajaran Dishub Kota Bandung agar memerhatikan arus lalu lintas di Jalan Sukajadi berkoordinasi dengan pengelola PVJ.

"Bukan hanya satu. Ada beberapa titik akses PVJ yang mengarah ke Jalan Sukajadi, menimbulkan hambatan-hambatan arus lalu lintas. Kami tengah berupaya agar Pengelola PVJ hanya mengaktifkan akses ke luar, dan masuk kendaraan yang berada di Jalan Karang Tinggal," kata Yana.

Pemkot Bandung beserta kepolisian, tutur Yana, terus berupaya agar manajemen rekayasa lalu lintas Jalan Sukajadi dan sekitarnya menjadi efektif mengurangi kemacetan. Guna memperlancar arus lalu lintas, Pemkot Bandung hendak memododikasi sejumlah taman, di antaranya, yang terletak di sekitar Jalan Cemara, dan seberang RSHS.

Bentuk modifikasi, yakni membongkar sebagian bidang taman. Pertimbangan tersebut berlandaskan kondisi saat ini, masih terjumpa titik antrean di sekitar Jalan Cemara, dan Jalan Otten.

PVJ agar tutup parkir

Merujuk hasil evaluasi, ucap Yana, Pemkot Bandung juga mencoba kemungkinan memperpanjang contraflow di Jalan Pasteur. Dia berharap, uji coba penerapan hasil evaluasi bisa terlaksana mulai pekan depan. "Kami perlu berbincang dulu dengan kepolisian dalam penerapan uji coba hasil evaluasi," kata Yana.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung EM Ricky Gustiadi menambahkan, manajemen rekayasan arus lalu lintas Jalan Sukajadi dan sekitarnya berjalan baik secara umum. Hanya memang, masih terjumpa beberapa titik kemacetan, terutama saat jam puncak aktivitas masyarakat pada pagi, sore, dan malam.

Ketika berlangsung puncak aktivitas masyarakat, ekor antrean kendaraan di Jalan Pasteur (depan RSHS, serta Biofarma) bisa sampai ke Jalan Cihampelas.

Ricky mengaku telah berkomunikasi dengan pihak PVJ perihal arahan Yana Mulyana. Dia berharap, pihak PVJ bersedia ikut mendukung langkah Pemkot Bandung dalam mengurangi kemacetan, terutama di sekitar Sukajadi.

"Harapannya, pengelola PVJ bersedia melaksanakan (menutup akses kendaraan yang berada di Jalan Sukajadi) mulai pekan depan, seiring dengan waktu penerapan uji coba ," ucap dia.

Manajemen rekayasa lalu lintas, ucap Ricky, merupakan bagian Pemkot Bandung mengatasi persoalan kemacetan. Membarengi langkah tersebut, Pemkot Bandung Bandung juga terus menyediakan, meningkatkan mutu transportasi massal.

"Pertumbuhan jalan di bawah 1 %, sedangkan jumlah kendaraan meningkat 13% tiap tahun. Hal itu bukan perbandingan setara," kata Ricky.
 

DPRD ingatkan jangan bongkar taman sembarangan

Pada kesempatan terpisah, anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Siswanto Silalahi mengingatkan kepada pihak eksekutif agar melakukan tindakan lanjutan atas evaluasi manajemen rekayasa lalu lintas Jalan Sukajadi dan sekitarnya berdasarkan kajian matang. Apalagi, terkait rencana pembongkaran sejumlah taman, bagian ruang terbuka hijau Kota Bandung.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X