Senin, 9 Desember 2019

Gara-gara Merpati, Irfan Dituntut 15 Tahun

- 12 November 2019, 19:41 WIB
TERDAKWA irfan duduk dikursi pesakitan mendengarkan jaksa luki membacakan tuntutan, Selasa, 12 November 2019.*/YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG, (PR).- Kasus pembunuhan gara gara seekor burung merpati digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa, 12 November 2019. Dalam sidang tersebut, terdakwa Irfan Ramdani (28) dituntut 15 tahun penjara.

Amar tuntutan dibacakan langsung oleh jaksa penuntut umum Kejari Bandung, Luki Afgani. "Meminta majelis hakim untuk memvonis kepada terdakwa selama 15 tahun penjara," ujar jaksa Luki saat membacakan tuntutannya di depan majelis hakim yang diketuai oleh Suwanto.

Dalam uraiannya, dinyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban Anton (30). Karena itulah terdakwa dinyatakan melanggar pasal 338 KUHP.

Dalam amar tuntutan diuraikan, peristiwa darah itu berawal saat teman korban bernama Agus Firmansyah bertemu dengan pelaku pada Minggu (4 Agustus 2019) di kawasan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Saat itu, Irfan menuduh Agus mencuri burung merpatinya. Lalu Agus kemudian dipukuli oleh Irfan.

Agus kemudian bertemu dengan korban dan menceritakan kejadian yang dia alami. Kepada Anton, Agus bercerita ia dituduh mencuri merpati Agus, lalu dipukuli secara tiba-tiba.

Anton dan Agus kemudian mendatangi Irfan untuk menyelesaikan permasalahan. Masalah sudah selesai. Irfan dan Agus kemudian bersalaman.

Rupanya Irfan menyimpan dendam pada Anton, buktinya saat pelaku pulang ke rumah dan keluar lagi sambil membawa belati. Lalu menyerang Anton dengan belati. Irfan menusukkan belati ke leher korban Anton.

Darah terus keluar dari leher korban. Anton pun lantas dibawa ke klinik yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Immanuel, Bandung. Namun, saat dibawa ke Immanuel, nyawa Anton sudah tak tertolong.

Polisi, yang mendapat laporan, langsung mengejar pelaku. Irfan ditangkap tanpa perlawanan.***



Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X