Rabu, 11 Desember 2019

Dua Rumah Petak di Gang Irit Pasirlayung Ludes Terbakar

- 12 November 2019, 17:41 WIB
PETUGAS PLN memutuskan aliran listrik ke rumah petak kontrakan milik Marno di Jalan A.Yani Gang Irit RT 007/RW 009. Kel. Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul, yang ludes terbakar pada Selasa, 12 November 2019, pukul 07. 25 WIB.*/RETNO HARIYANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Dua unit rumah petak kontrakan milik Marno di Jalan A.Yani Gang Irit RT 007/RW 009. Kel. Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul, ludes terbakar. Peristiwa yang terjadi pada Selasa,12 November 2019, pukul 07. 25 WIB sempat membuat panik warga dikawasan padat tersebut.

“Tidak tahu persis bagaimana awalnya api kompor tiba-tiba membesar dan menyambar tubuh saya. Karena panik saya menyiramnya dengan air, tapi bukannya padam malam semakin membesar,” ujar Isah kepada petugas kepolisian Polsekta Padasuka, saat mendatangi lokasi kejadian.

Kobaran api yang semakin membesar dan mulai membakar atap membuat warga penghuni rumah petak kontrakan lainnya panik dan berusaha turut memadamkan. Namun karena api semakin membesar dan membakar rumah disamping rumah Isah yang dihuni Edi, penghuni lainnya langsung mengamankan barang berharga masing-masing.

Empat unit mobil pemadam kebaranan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung yang tiba di lokasi kejadian 10 menit kemudian langsung melakukan penanganan. Padatnya ruas jalan Jend. Ahmad Yani dan A.H. Nasution serta sempitnya gang sempat menyulitkan petugas.

Antisipasi jajaran petugas kepolisian dan Dishub Kota Bandung dalam menangani arus lalu lintas, mampu membuka jalan bagi mobil pemadam. Selama penanganan berlangsung arus lalu lintas dari arah PHH Mustafa dan Jend A. Yani dilakukan penutupan, hingga kemacetan arus lalu lintas tidak terelekan.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung hanya membutuhkan waktu tidak kurang dari 15 menit untuk mengatasi kobaran api dan melakukan pendinginan. “Dari 10 unit rumah petak kontrakan milik Marno, yang ludes terbakar bagian atapnya hanya rumah yang dihuni oleh Herman dan Edi, sementara delapan lainnya aman,” terang Junaedi, pengurus warga setempat.

Akibat kebakaran yang melanda rumahnya, Herman mengaku belum bisa menghitung berapa jumlah kerugian yang dideritanya. “Yang penting saya selamat dan istri hanya mengalami sedikit luka dibagian dada akibat sambaran api,” ujar Herman.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X