Senin, 17 Februari 2020

Pergerakan Kendaraan di Kabupaten Bandung 22 Juta per Hari

- 11 November 2019, 17:25 WIB
TINGGINYA pergerakan lintasan kendaraan di Kabupaten Bandung sebanyak 22 juta setiap hari, menimbulkan persoalan kemacetan yang tidak bisa dihindari saat ini.*/ECEP SUKIRMAN/PR

SOREANG, (PR).- Tingginya pergerakan lintasan kendaraan di Kabupaten Bandung sebanyak 22 juta setiap hari, menimbulkan persoalan kemacetan yang tidak bisa dihindari saat ini. Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas ini, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan mengimbau warga untuk kembali menggunakan moda transportasi publik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa menuturkan, pada 2018 lalu jumlah lintasan di Kabupaten Bandung mencapai 22 juta setiap harinya. Sedangkan untuk kondisi kemacetan ini terjadi karena pertumbuhan transportasi sudah tidak seimbang dengan kapasitas jalan ada. Sehingga, lanjut Zeis, untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas ini salah satunya yakni mengoptimalkan angkutan umum.

Hanya, lanjut dia, persoalan saat ini faktanya pada 2018 lalu, moda sarana angkutan umum sebesar 1 persen tidak tercapai. Hal itu salah satunya jumlah angkutan umum berkurang hingga 50 persen. Berkurangnya angkutan umum ini karena berkurangnya jumlah minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

“Dishub Kabupaten Bandung berupaya mengembangkan inovasi berupa Sambara Satalen yang merupakan aplikasi untuk memudahkan warga memesan angkot. Melalui aplikasi ini, warga juga bisa melacak waktu keberangkatan angkot sehingga tidak perlu lama-lama lagi untuk nunggu di halte,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, Minggu, 10 November 2019.

Dikatakan Zeis, untuk saat ini pihaknya baru mengembangkan aplikasi ini untuk trayek angkot Banjaran-Soreang. Menurut rencana, peluncuran aplikasi ini akan diluncurkan pada 18 November 2019 mendatang.

Diharapkan, dengan penyematan aplikasi online ini di angkot konvensional, dapat mendorong badan usaha penyedia jasa layanan angkot untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, misalnya dari segi kenyamanan dan keamanan penumpang.

“Di Kabupaten Bandung tercatat ada  22 juta pergerakan lintasan kendaraan per-hari. Termasuk kemacetan ini yang diperparah karena kurang optimalnya angkutan umum,” ungkap Zeis.

Zeis tidak menampik bila banyak warga Kabupaten Bandung ogah naik angkutan umum karena tidak nyaman. Sehingga dengan adanya program Sambara Satalen diharapkan bisa kembali meningkatkan gairah warga menggunakan angkutan umum.

“Banyak warga malas naik angkutan umum kemudian pertumbuhan kendaraan luar biasa sekali. Jadi inovasi ini untuk optimalisasi angkutan umum. Dengan teknologi, kita maksimalkan guna meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat,” ujar dia. 

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X