Jumat, 21 Februari 2020

717 Hektare Kawasan Kota Bandung Kumuh, Astanaanyar Paling Parah

- 7 November 2019, 19:36 WIB
PERMUKIMAN bertumpuk di ­Kampung Manteos, Coblong, Kota ­Bandung, Rabu 6 November 2019. Pemkot Bandung akan melakukan penataan kawasan kumuh yang masih tersisa 717 hektare, melalui pe­nerbit­an perda yang me­muat penata­an kawasan kumuh dan pemanfaatan ­program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).*/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Masih ada sekira 717 hektare kawasan kumuh di Kota Bandung dengan penduduk hampir 2,5 juta jiwa. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Bandung tengah dan bakal mengambil upaya penanganan.

Penerbitan peraturan daerah yang memuat penataan kawasan kumuh dan pemanfaatan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) termasuk dalam daftar upaya Pemkot Bandung mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, banyak faktor penyebab suatu kawasan menjadi kumuh di antaranya efek atas arus urbanisasi.

"Kota Bandung memiliki daya tarik kuat bagi warga luar daerah. Laju pertumbungan ekonomi Kota Bandung begitu tinggi, mencapai sekitar 7,2 persen. Capaian  itu di atas provinsi 5,35 persen, dan nasional 5,02 persen.  kata Yana Mulayana di Balai Kota Bandung, Rabu 6 November 2019.

Efek urbanisasi ke Kota Bandung membuat pemukiman kian padat. Keberadaan tempat tinggal yang kurang memenuhi kriteria kelaikan juga bertambah.

Melalui Peraturan Daerah Penataan Kawasan Kumuh, Yana Mulyana yakin setiap upaya penataan kawasan bisa menghadirkan hasil lebih baik.

“Peraturan tersebut masih dalam tahap pembahasan oleh panitia khusus di DPRD Kota Bandung.  Semoga peraturan itu bisa memberi tambahan kekuatan bagi kami untuk menjalankan berbagai upaya penataan," ucap Yana Mulyana.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung Agus Hidayat mengemukakan, luas kawasan kumuh di Kota Bandung sudah banyak berkurang sejak 2015.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X