Rabu, 11 Desember 2019

Sudah 350 Korban Melapor di Posko Penipuan Akumobil

- 6 November 2019, 16:45 WIB
KORBAN penipuan Akumobil mengumpulkan berkas untuk mediasi, di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa, 5 November 2019. Hingga kini, sudah 1.100 korban penipuan penjualan mobil murah mengumpulkan berkas untuk dijadikan bahan bukti proses hukum.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 350 orang sudah mendaftar ‎pada posko pelaporan korban Akumobil di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung pada Selasa 5 November 2019. Para pelapor ini pun sebelumnya telah melakukan aksi damai di Taman Vanda tak jauh dari Polrestabes Bandung.

"Jadi seperti kita ketahui kita sebelumnya telah menetapkan saudara BJB pada hari Jumat 1 November 2019 lalu. Meski demikian kita masih lakukan penyelidikan terkait hal ini. Terutama aset yang dimiliki oleh tersangka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi Mochamad Rifa'i di Mapolrestabes Bandung.

Menurut Rifa'i Polrestabes Bandung menyediakan posko khusus pelaporan dari Akumobil. Sementara dari data sementara yang telah diterima Polrestabes Bandung, kerugian dari korban baru mencapai Rp 35 miliar.

‎Mulanya para korban menurut Rifa'i tergiur dari penawaran yang ditawarkan oleh Akumobil yang memiliki perusahaan bernama PT Aku Digital Indonesia. "Perusahaan ini seperti diketahui menawarkan mobil semisal Toyota Ayla, Honda Mobilio, Toyota Cayla, Brio dan lainnya," katanya.

Modusnya jadi lanjut dia setelah uang dibayarkan maka mobil akan diberikan pada satu setengah bulan hari kerja. Pada kenyataanya mobil tersebut tidak diberikan oleh Perusahaan tersebut. "Hanya saja memang ada beberapa mobil yang sudah diberikan pada nasabah," katanya.

Tanggal 31 Oktober 2019 lalu pun atas dasar kekecewaan ini‎ para nasabah mendatangi showroom Akumobil yang ada di Jalan Sadakeling, Kota Bandung. "Hanya saja tidak ada solusi sedikit pun meski para nasabah telah mendatangi Kantor Akumobil," katanya.

Sejauh ini lanjut Rifa'i Polrestabes Bandung sudah memerika 10 orang saksi. 10 orang saksi ini selain dari korban juga diperiksa para direksi perusahaan tersebut termasuk admin. "Kami juga masih melakukan pelacakan ke mana dana itu pergi," katanya.

Rifa'i juga mengatakan belum ada satu pun perusahaan yang juga menjadi korban. "Semua membeli secara perseorangan saja. Kami juga terus melakukan penyelidikan kasus ini secara mendalam dengan melibatkan PPATK," katanya.

‎Sementara itu sejumlah korban penipuan mobil murah Akumobil mengungkapkan iming-iming yang dilakukan Akumobil dalam penjualan mobil murah. Bahkan melalui rayuan oleh para salesnya tersebut maka banyak korban yang tertarik.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X