Sabtu, 14 Desember 2019

Kuota Formasi CPNS Cimahi 2019 Tidak Sepadan dengan Jumlah ASN Pensiun

- 6 November 2019, 08:05 WIB
APARATUR Sipil Negara.*/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Keterbatasan anggaran menjadi penyebab Pemkot Cimahi hanya mengajukan formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) cukup minim. Padahal, jumlah tersebut kurang ideal untuk memenuhi kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkot Cimahi.

Berdasarkan penetapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kota Cimahi menerima 99 formasi dalam seleksi CPNS yang rencananya dimulai 11 November 2019 mendatang. Jumlah tersebut berkurang dari pengajuan 100 formasi.

Kasubid Pengadaan dan Mutasi pada Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi Jamaludin mengatakan, idealnya Kota Cimahi mendapatkan 200 formasi untuk pengadaan calon abdi negara. Jumlah itu sesuai dengan perkiraan angka Batas Usia Pensiun (BUP) PNS tahun depan.  

"Jumlah BUP di atas 200 orang tahun depan. Idealnya kita menambah formasi CPNS di angka yang sama sekitar 200," ujarnya, Selasa 5 November 2019.

Jamaludin menjelaskan, alasan minimnya formasi CPNS yang diajukan dan disetujui oleh Kemenpan RB dikarenakan terbentur anggaran. Pihaknya berharap formasi untuk penerimaan CPNS ke depan bisa minimal diangka 200 formasi.

"Memang anggaran kita terbatas. Tapi paling tidak 50 persen pengadaan CPNS dioptimalkan. Mudah-mudahan ke depan kita bisa mengajukan CPNS minimal sesuai dengan angka BUP," ucapnya.

Jumlah PNS di Kota Cimahi saat ini mencapai 4.481 orang. Rinciannya, laki-laki sebanyak 1.786 orang dan perempuan sebanyak 2.695 orang. Ditambah dengan abdi negara yang masih berstatus CPNS hasil seleksi tahun 2018 sebanyak 238 orang.

Untuk 99 formasi kuota CPNS 2019 Kota Cimahi, terbagi ke dalam tiga formasi. Yakni tenaga kesehatan dengan yang mendapat 10 formasi terdiri dari 7 Apoteker, 1 Spesialis Paru, 1 Radiografer dan 1 Terapis wicara. Kemudian tenaga kependidikan sebanyak 85 formasi, dengan rincian Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 18 formasi, Guru Bimbingan Konseling (BK) 10 formasi, Guru Kelas 38 formasi, Guru Bahasa Indonesia 8 formasi dan Guru Penjasorkes 11 formasi.

Terakhir adalah tenaga teknis yang hanya mendapat jatah 4 formasi, untuk kebutuhan 2 Auditor, 1 Mediator Hubungan Industrial, dan 2 Perancang Peraturan Perundang-undangan.***



Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X