Viral Banjir di Bandung karena Kasur, Satgas Citarum Harum Ungkap Fakta Soal Sampah Besar

- 5 November 2019, 19:39 WIB
PEMBERSIHAN sampah yang menyumbat aliran air di Pagarsih, Kota Bandung. Senin 4 November 2019/DOK. DPU KOTA BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Salah satu kawasan di Kota Bandung yang kerap dilanda banjir adalah kawasan Pagarsih dan Pasirkoja. Meski sudah ada tol air di Pagarsih, banjir masih terjadi di dua kawasan yang berdekatan tersebut. Pada Jumat 1 November 2019, banjir melanda dua kawasan itu.

DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Bandung berusaha mencari penyebab banjir di kawasan tersebut. Pada Senin 4 November 2019, penyebabnya diketahui.

Kasur bekas menjadi penyebabnya banjir di dua kawasan tersebut. DPU Kota Bandung melaporkan, selain tumpukan sampah plastik yang menghambat aliran air, kasur bekas yang dibuang warga membuat aliran air tersendat.

"Dari mana datangnya banjir di Gang Pasantren, Pasirkoja? Ternyata ini penyebabnya," kata DPU Kota Bandung dalam keterangan foto penemuan kasur bekas di Pasirkoja via akun media soaial.

Dari kasur hingga kulkas

Sementara itu Komandan Sektor 22 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik membenarkan bahwa warga Kota Bandung masih banyak yang membuang sampah dan barang bekas ke sungai. Perabot rumah tangga bekas kerap ditemukan Satgas Citarum Harum di beberapa sungai di Kota Bandung.

"Kami sudah beberapa kali menemukan kasur. Kami menemukan lemari bekas, kursi bekas, sofa, dan lainnya. Banyak sekali ditemukan di anak sungai di Kota Bandung," ujar Asep alam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Senin 4 November 2019.

"Apabila hujan lebat, di beberapa titik terjadi terjadi banjir, disebabkan tumpukan sampah yang setiap hari masih ada karena masyarakat masih banyak yang buang sampah ke sungai," ucap Asep.

Selain sampahdi beberapa titik di Kota Bandung, aliran sungai mengalami penyempitan. Pasalnya, banyak rumah warga yang dibangun di bantaran sungai.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X