Senin, 9 Desember 2019

Sekolah Tanpa Gawai, Upaya Mencegah Gangguan Jiwa pada Generasi Muda

- 3 November 2019, 21:59 WIB
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terus menggalang upaya untuk mencegah dan menekan jumlah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) dengan merintis Unit Crisis Center Pelayanan Kesehatan Jiwa. Saat ini, Pemerintah melakukan pencegahan kecanduan gawai dengan meningkatkan literasi kesehatan dan teknologi generasi muda.

Berdasarkan data Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jabar, misalnya, pada Januari-September 2019, jumlah kelompok usia 19-45 tahun yang mengunjungi RSJ mencapai 25.069 orang. Dalam kurun yang sama, jumlah kelompok usia 13-18 tahun yang mengunjungi RSJ menyentuh 3.104 orang. 

Masalah perkawinan dan keluarga menjadi pencetus gangguan kesehatan jiwa yang paling dominan. Selain itu, gangguan kesehatan jiwa disebabkan juga oleh faktor pekerjaan, kondisi ekonomi, penyakit fisik, hubungan interpersonal dan lingkungan.

“Itu respons terhadap kesehatan jiwa di masyarakat. Penanganan cepat tanggap (bagi ODGJ dan ODMK) sangat dibutuhkan,” kata Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad, Minggu, 3 November 2019 dalam keterangan tertulis yang disampaikan.

“Faktor pencetus ketidakberdayaan, kehilangan pasangan, tekanan sosial-ekonomi, hingga pekerjaan. Kami juga berupaya mengajak masyarakat agar memperhatikan masalah kesehatan jiwa serta menghapus stigma negatif gangguan kesehatan jiwa,” ujar dia. 

Selain itu, Pemprov Jabar pun akan menggagas program bernama Sekolah Tanpa Gawai (Setangkai). Program itu diluncurkan karena, saat ini, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menjadi pencetus gangguan kesehatan jiwa, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. 

“Di Jabar, kami juga banyak menerima pasien ODMK usia anak karena kecanduan gadget (gawai). Situasi tersebut menjadi masalah yang menjangkiti anak-anak kita,” ucap Daud.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono mengapresiasi langkah Pemprov Jabar dalam menangkal gangguan kesehatan jiwa di kalangan anak-anak maupun remaja. 

Menurut Anung, ada satu hal lain dan paling penting dalam pencegahan gangguan kesehatan jiwa, yakni meningkatkan literasi kesehatan. Jika literasi kesehatan tinggi, generasi muda akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri untuk mendeteksi lebih dini kondisi kesehatan jiwanya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X