Kamis, 5 Desember 2019

SMAN 10 dan SMKN 2 Bandung yang Terlibat Keributan Akan Saling Berangkulan

- 1 November 2019, 23:56 WIB
KEPALA Sekolah SMKN 2 Bandung Tatang Gunawan (paling kiri) dan Kepala Sekolah SMUN 10 Bandung Ade Suryaman (kedua paling kiri) bersama para wakil dari disdik dan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema di Mapolrestabes Bandung Jalan Jawa, Kota Bandung pada Jumat 1 November 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Kasus perusakan SMKN 2 dan SMAN 10 akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan dua kepala sekolah dari sekolah tersebut berjanji akan mengadakan kunjungan secara bergantian agar timbul rasa persaudaraan.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk memantau anak-anak kita. Jadi ada paham yang menyusup ke anak-anak kita ini‎ sehingga perlu pembinaan lebih lanjut," kata Kepala Sekolah SMKN 2 Bandung, Tatang Gunawan, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung pada Jumat 1 November 2019.

Tatang mengatakan‎ meski demikian proses hukum di Polrestabes akan masih terus berjalan. Tetapi dia juga berharap kejadian semacam ini tidak akan terulang lagi. "Kita padahal setiap hari punya gerakan salat duha di sinilah kami lakukan pembinaan. Termasuk juga saat upacara hari Senin," katanya.

Terkait para siswanya yang kini diamankan di Polrestabes Bandung, Tatang pun berjanji tidak akan mengeluarkan mereka dari sekolah. Terlebih jika DO, masa depan anak-anak tersebut dikhawatirkan akan tidak baik. "Anak-anak SMKN 2 adalah anak-anak kita termasuk yang di SMAN 10 itu juga anak-anak kita. Apakah dengan DO menyelesaikan masalah, tentu tidak," katanya.

Oleh karena itu Tatang berjanji akan memberikan pembinaan secara khusus terhadap anak-anak yang diamankan ini. "Mudah-mudahan mereka bisa berubah dan menjadi warga Negara Indonesia yang baik di kemudian hari," katanya.

Kepala Sekolan SMAN 10 Bandung Ade Suryaman menambahkan kerusakan yang diakibatkan oleh kisruh dua sekolah ini akan ditangani masing-masing sekolah. Bahkan untuk di SMAN 10 sendiri besoknya setelah terjadi perusakan, kerusakannya diselesaikan.

"Kerugian tidak terlalu besar, paginya sudah selesai dibetulkan lagi. Ini demi menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Selain itu kata Ade, dari pengurus OSIS masing-masing sekolah akan saling berangkulan pada waktu dekat. "Kami akan mengunjungi SMKN 2 Bandung secepatnya, begitu pula sebaliknya. Itu tadi ini demi persaudaraan," katanya.

Kepala Seksi Pelayanan Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Barat Toni Metriawan menambahkan dengan kejadian ini maka perlu pembinaan yang lebih efektif bagi para siswa. Terutama dalam hal regulasi yang ada."Ini dilakukan tentunya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," katanya.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X