Sabtu, 14 Desember 2019

Perusakan SMAN 10 Bandung, Polisi Periksa Intensif Lima Pemuda

- 30 Oktober 2019, 23:42 WIB
KAPOLRESTASBES Bandung Kombes Pol Irman Sugema memberikan keterangan pers pada Rabu, 30 Oktober 2019, terkait perusakan bangunan sekolah di Kota Bandung. Polrestabes Bandung mengamankan sekaligus memeriksa intensif lima pemuda yang diduga berperan di balik insiden tersebut.*/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Buntut dari perusakan bangunan sekolah di Kota Bandung, Polrestabes Bandung mengamankan sekaligus memeriksa intensif lima pemuda yang diduga berperan di balik insiden tersebut. Selain proses hukum, upaya pencegahan juga dilakukan dengan memanggil sejumlah pihak terkait.

"Dapat diketahui dari hasil olah TKP dan pengembangan dari keterangan beberapa saksi, telah diamankan sebanyak 13 orang yang diduga pelaku. Namun dari hasil pemeriksaan lebih lanjut dari 13 orang tersebut, ada 5 yang sampai saat ini masih pemeriksaan intensif, yaitu empat pelajar dari salah satu SMK Negeri di Bandung dan satu alumni dari salah satu SMK Negeri di Bandung," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema didampingi Kasat Reskrim AKBP M Rifai serta Kasubbag Humas Kompol Santhi Rianawati di Mapolrestabes Bandung, Rabu, 30 Oktober 2019.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut pengusutan atas dugaan perusakan sekolah, di antaranya bagian pagar serta pos pengamanan di SMAN 10 Jalan Cikutra Kota Bandung, yang terjadi pada Minggu, 27 Oktober 2019 malam. Diduga perusakan tersebut dilakukan sekelompok orang yang datang ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor. Video rekaman atas kejadian yang dimaksud sempat beredar di media sosial.

Peristiwa yang sama juga dilaporkan ke Mapolsek Cibeunying Kidul. "Berdasarkan laporan polisi tersebut, maka jajaran Polrestabes Bandung melaksanakan langkah penyelidikan dam penyidikan lebih lanjut," kata Irman.

Sesaat setelah perusakan terjadi, petugas segera mengumpulkan bahan keterangan, termasuk dengan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, 13 orang sempat diamankan, dengan lima di antaranya menjalani pemeriksaan intensif. Empat di antaranya masih berstatus sebagai pelajar, sedangkan satu lainnya merupakan alumni dari sekolah yang sama.

Kendati demikian, belum dijelaskan secara rinci peran dari masing-masing pemuda tersebut. "Kami masih pemeriksaan intensif apakah dia  sebagai yang mempelopori, atau yang mengajak atau yang memprovokasi adik-adik yang lain. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," ujarnya.

Berkaitan dengan pemicu persoalan, dia menambahkan, perselisihan antarpelajar dari dua sekolah ini diduga berkaitan dengan kompetisi olahraga, yang kemudian berlanjut dengan saling ejek di media sosial.

Namun terlepas dari proses hukum yang tengah berlangsung, dia menambahkan, upaya pencegahan juga perlu tempuh. Langkah itu dilakukan untuk berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

"Dengan menyikapi kejadian seperti ini, Polrestabes Bandung akan segera mengundang para pihak terkait, stakeholder yang ada, baik itu Dinas Pendidikan, Dispora, para kepala sekolah. Kita duduk bersama, membahas persoalan ini agar tidak berkembang menjadi masalah-masalah antarpelajar lainnya, sekaligus melakukan upaya bersama untuk melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif. Tidak terfokus hanya kepada penegakan hukum, tapi bagaimana pencegahan di kemudian hari terhadap adanya perselisihan antar para pelajar," ujarnya.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X