Senin, 17 Februari 2020

Dinkes Jabar Klaim Wilayahnya akan Bebas Penyakit Kaki Gajah pada 2026

- 29 Oktober 2019, 02:43 WIB
*/WHO.INT

BANDUNG,(PR).- Tiga daerah endemis kaki gajah (filariasis) di Jawa Barat, Kabupaten Bogor, Kuningan dan Purwakarta dipastikan tahun ini tuntas menjalankan tahapan pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis. Adapun POPM dilakukan selama lima tahun atau sejak 2015 lalu.

Selanjutnya mulai 2021 akan dilakukan transmission assessment survey (TAS) hingga akhirnya 2025 TAS yang dilakukan dalam tiga tahap itu selesai sehingga 2026 tiga daerah endemis di Jabar itu bisa dinyatakan bebas kaki gajah.

Sementara, selain tiga daerah yang sampai tahun ini masih POPM,  ada lima daerah yang akan menjalani TAS mulai tahun depan yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Kota dan Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Subang. Kelima wilayah tersebut sudah tuntas melaksanakan tahapan pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis pada 2018 lalu.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular Dinas Kesehatan Jabar Widyawati mengatakan, pihaknya saat ini fokus menuntaskan POPM di tiga wilayah endemis kaki gajah di Jabar tersebut. Adapun jumlah sasarannya, Kabupaten Bogor sebanyak 4.220.414 jiwa, Kuningan sebanyak 979.014 jiwa, dan Purwakarta sebanyak 839.855 jiwa.

Total DEC yang didistribusikan ke tiga wilayah tersebut sebanyak 21.374.778 tablet dan Albendazol 8.236.189 tablet. "Target yang diharapkan minimal 85 % dari sasaran tersebut harus minum obat," kata dia, Senin, 28 Oktober 2019.

Setelah POPM, kata dia, dilanjut dengan TAS atau survey terhadap anak-anak SD di wilayah endemis selama tiga kali tahapan dengan jeda waktu dua tahun pertahapannya. "Baru setelah itu dilakukan penilaian baru sertifikasi,"kata dia.

Terkait dengan kasus baru, kata Widya, untuk daerah non endemis terdapat bisa saja terjadi satu atau dua kasus. Pihaknya cukup melakukan penatalaksanaan. Sementara di wilayah endemis, kasus baru biasanya dikarenakan kedisiplinan dalam mememinum obat. Hal itu diakui Widya terjadi kepada penderita yang waktu masa pengobatan tidak disiplin. Namun pihaknya bukan berarti harus melakukan POPM dari awal, penatalaksanaan kaki gajah dilakukan seperti halnya di wilayah nonendemis.

Dia menambahahkan, target bebas kaki gajah di Indonesia itu 2027. Untuk Jabar, jika POPM bagus capaiannya, sebelum 2027 target bebas kaki gajah di Jabar bisa tercapai,  

"TAS selama enam tahun mulai 2020 untuk tiga kali, tahun 2026 bisa tercapai. Terakhir tahun ini POPM, TAS pertama tahun 2021, InsyaAllah 2025 nanti kita selesai survei, InsyaAllah 2026 kita dapat sertifikat bebas kaki gajah dri kemenkes," kata dia.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X