Minggu, 8 Desember 2019

Kebakaran Pipa BBM di Cimahi, Pertamina Tak Tahu Ada Aktivitas Pengeboran

- 24 Oktober 2019, 16:57 WIB
RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Usai kebakaran melanda pipa minyak akibat dihantam bor pada pelaksanaan proyek trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa, 22 Oktober 2019 lalu, Pertamina terus melakukan sterilisasi lokasi kejadian. Pertamina menyatakan tidak ada laporan terkait kegiatan pengeboran yang berlangsung.

Demikian diungkapkan Dewi Sri Utami selaku Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR III ditemui di lokasi, Rabu 23 Oktober 2019. 

"Koordinasi proyek tersebut dilakukan, ada tercatat dalam notulen rapat yang dibuat dalam 2 bahasa. Saat koordinasi juga disampaikan peta pipa, kenapa harus terkoordinasi ya karena ketika ada pipa pertamina maka kontraktor harus sudah antisipasi atas hal yang tidak diinginkan. Namun, untuk kegiatan kemarin tidak ada izin yang disampaikan kepada kami," katanya.

Batas minimal pengerjaan proyek terhadap perpipaan milik Pertamina antara 3-5 meter. "Untuk di lokasi ini belum tahu jaraknya, apakah tepat atau tidak sesuai. Nanti kami lihat setelah dibersihkan," ucapnya.

"Pada kejadian ini, Pertamina juga sama menjadi korban dengan masyarakat karena kebakaran pipa yang terkena proyek tersebut," ungkapnya.

Kebakaran terjadi pada pipa yang tengah menyalurkan BBM jenis Pertamina Dex dari Terminal Ujung Berung Ke Padalarang, tepatnya di pinggir jalan tol Padalarang-Buah Batu KM 130. Aliran BBM di pipa tersebut sementara sudah dihentikan untuk mencegah kerugian lebih besar. Kini Pertamina fokus pada penanganan pasca-kebakaran.

"Penanganan dan penyedotan BBM dilakukan menunggu sampai lokasi sudah dingin, tidak berbahaya. Juga menunggu sampai kepolisian selesai mengumpulkan data pendukung yang dibutuhkan, baru kita masuk ambil sisa bahan bakar yang bakal disedot ke tangki dan nanti baru tahu kerusakannya sejauh apa. Yang dilakukan pada (Rabu) hari ini baru seputar lokalisir lokasi agar tidak meluas, termasuk pakai bahan kimia untuk menetralisir air dari BBM," ujarnya.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X