Minggu, 8 Desember 2019

Disnaker Jabar Wacanakan Pembangunan Jabar Migran Service Centre

- 16 Oktober 2019, 14:25 WIB
ILUSTRASI pencari kerja./DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat saat ini telah menyiapkan Jabar Migran Service Center (JMSC). Jabar Migran Service Center itu pada prinsipnya menjadi wadah perlindungan bagi pekerja migran di luar negeri, baik berasal dari Jawa Barat maupun Indonesia. Rencananya, gedung Jabar Migran Service Center ini akan berlokasi di wilayah Kota Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat.

Kepala Disnakertrans Jawa Barat M. Ade Afriandi menjelaskan, peluncuran JMSC ini akan diluncurkan pada 2020-2021 mendatang. Saat ini, pihaknya masih melakukan penjajakan model program. Saat ini, kata Ade, pembangunan gedung JMSC sedang dipersiapkan dan masih menunggu izin mendirikan bangunan (IMB) dari Kota Bandung.

“Selain membangun fisik (gedung), kami juga saat ini sedang mengembangkan sistem navigasi. Artinya, sistem yang dibangun di JMSC ini dimulai dari pra-rekrutmen agar para pencari kerja baik di Jabar maupun di luar Jabar mengetahui kebutuhan kerja berorientasi pada riset (sains) dan mana yang mau menjadi pekerja migran,” kata Ade, saat ditemui, Rabu, 16 Oktober 2019.

Pekerja migran ini, lanjut Ade, nantinydapat memilih beberapa sektor pekerjaan, mulai dari industri atau non-industri. Melalui sistem yang dibangun pra-rekrutmen ini nantinya akan terpetakan kebutuhan dan tingkat kecenderungan para pencari kerja ini.

“Melalui pra-rekrutmen ini nanti kita punya peta, mana yang mau kuliah dan mana yang mau kerja. Kerja di industri atau kerja mandiri baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Nah itu kita harus mulai memolakan itu. Kami baru menggagas dengan Kota Bandung sebagai modelnya,” ujar dia.

Dengan adanya pola pra-rekrutmen ini, lanjut Ade, pihaknya akan lebih mampu memetakan lapangan pekerjaan yang diminati para pencari kerja. Saat ini, Ade mengakui, pihaknya belum mengetahui kecenderungan lapangan pekerjaan yang diminati para pencari kerja tersebut. Pasalnya, saat ini pelatihan kepada para calon pencari kerja ini masih bersifat konvensional padahal di negara lain sudah berubah.

Pada tahap rekrutmen, lanjut Ade, konsep yang akan dikembangkan dengan cara mix (campuran) melalui satu kanal menerapkan konsep paperless. Pada tahap ini, para pencari kerja tidak perlu lagi membawa map berisikan lamaran pekerjaan, melainkan cukup mengisi biodatanya pada kanal yang disediakan.

“Sistem paperless ini akan kita diujicobakan pada saat job fair di November 2019. Para pencari kerja tidak perlu membawa map, cukup buka sistem dan kemudian mengisi biodata pada kanal yang disediakan,” kata dia.***



Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X