Kamis, 5 Desember 2019

Hibah Pemprov Jabar, Gedung Rawat Inap RS AU dr. Salamun Diresmikan

- 15 Oktober 2019, 14:40 WIB
KEPALA Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna (kiri) meninjau Gedung Rawat Inap Kelas 3 di RSAU dr. M. Salamun, Kota Bandung, Selasa, 15 Oktober 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan Gedung Rawat Inap Kelas 3 di RSAU dr. M. Salamun, Kota Bandung, Selasa, 15 Oktober 2019. Fasilitas layanan kesehatan ini merupakan kerja sama dalam bentuk hibah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Gedung ini adalah kerjasama antara TNI Angkatan Udara dengan Pemprov Jawa Barat. Gedung ini adalah murni hibah dari Pemprov Jawa Barat, yang setiap tahun, sudah dua tahun ini. Dari masterplan yang kita miliki untuk rumah sakit ini, tahun ini pembangunan gedung rawat inap kelas 3," kata Yuyu, di sela kegiatan.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Udara Marsma TNI DR. dr. Isdwiranto Iskanto, Kepala RSAU dr M Salamun Kolonel Kes. dr. Sriharto, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pejabat TNI Angkatan Udara, serta undangan lainnya.

Sebagai catatan, Gedung Rawat Inap Kelas 3 ini merupakan hibah tahap lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan nilai sekitar Rp 18 miliar. Kerja sama antara kedua institusi ini akan terus dilanjutkan, termasuk dengan penambahan gedung dan fasilitas pendukung layanan kesehatan lainnya.

"Insya Allah tahun depan Kita akan ajukan untuk gedung 5 lantai," katanya.

Lebih lanjut dia berharap, dengan adanya gedung baru, layanan kesehatan dapat terus ditingkatkan. Tidak hanya bagi kalangan prajurit, layanan kesehatan rumah sakit ini dapat juga bermanfaat bagi khalayak luas.

"Ke depan saya berharap kerjasama terus berlanjut dengan Pemprov Jawa Barat, kemudian rumah sakit ini bisa melayani sebaik-baiknya untuk kesehatan masyarakat dan prajurit," ujarnya.

Saat ini RSAU dr M Salamun menyediakan sejumlah pelayanan kesehatan seperti rawat jalan, rawat inap, instalasi gawat darurat 24 jam serta fasilitas penunjang lainnya. Secara keseluruhan, tersedia 260 tempat tidur pasien untuk kamar kelas bawah, menengah, hingga atas. Sejumlah layanan unggulan tersedia, di antaranya Phaeceomulsifikasi (operasi katarak), hemodialisa (cuci darah), dan cathlab (katerisasi jantung).

Rumah sakit ini diharapkan menjadi rumah sakit TNI rujukan terbaik di Jawa Barat dan rumah sakit pendidikan yang berkualitas. "Sebagai pelaksana teknis dinas kesehatan Angkatan Udara, kami dituntut untuk siap melayani dengan sepenuh hati," katanya.***



Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X