Sabtu, 14 Desember 2019

Kang Pisman, Mereduksi Sampah Terbuang

- 13 Oktober 2019, 10:11 WIB
ILUSTRASI sampah berceceran.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Tiap-tiap ketua rukun warga (RW) merupakan katalisator pembangunan di Kota Bandung. Apalagi, terdapat Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) di Kota Bandung, bentuk desentralisasi program yang menyasar langsung ke tingkat RW. Demikian kata Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Forum RW di Grand Pacific Hotel, Sabtu, 12 Oktober 2019. 

Posisi tiap-tiap ketua RW, ucap Ema, merupakan bagian pemerintahan yang bersentuhan paling dekat dengan masyarakat. Langkah beserta pendekatan tiap-tiap ketua RW atas warga di wilayahnya turut menunjang keberhasilan Kota Bandung. "Contoh yang cukup signifikan, perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), salah satu sumber pendapatan Kota Bandung. Tiap-tiap ketua RW menunjukkan peran, mendorong warga agar mematuhi kewajibannya," ucap Ema. 

Contoh lain peran ketua RW, ucap Ema, membangun kepatuhan  warga dalam mengelola kebersihan lingkungan beserta sanitasi, Saat ini, jajaran Pemkot Bandung tengah gencar melaksanakan program Open Defecation Free (ODF). Tujuannya, mencegah pembuangan limbah domestik ke saluran yang bukan semestinya, terutama sungai.

Ema berpesan kepada tiap-tiap RW agar terus menyampaikan hal itu kepada warga masing-masing. "Semestinya, ada septic tank komunal di setiap RW. Jangan ada pembuangan limbah domestik ke sungai," ujar Ema. 

Ema juga menitipkan amanah kepada tiap-tiap RW agar menyukseskan penerapan program Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan (Kang Pisman) yang bertujuan mereduksi sampah terbuang. Tiap-tiap RW perlu meneruskan semangat program tersebut hingga ke tingkat rumah tangga.

“Terdapat 1200 ton sampah yang harus diangkut setiap hari. Program Kang Pisman sudah bisa mengurangi sampah sampai 79 ton per hari. Andaikan, penerapan program itu bisa lebih masif, kami berharap ada lebih banyak sampah yang bisa hilang. Hal itu dapat mengurangi beban anggran pemerintah untuk pengangkutan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah)," ucapnya.*** 



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X