Jumat, 13 Desember 2019

Jajal Profesi Wartawan Pikiran Rakyat di di Bandung Champion City

- 12 Oktober 2019, 19:27 WIB
ANAK-anak sedang belajar menjadi profesi yang diinginkannya, semisal menjadi pemadam kebakaran, petugas pom bensi atau petugas mini market, hingga wartawan, di Bandung Champion City di Lucky Square, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung pada Sabtu 12 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Banyak profesi yang digeluti oleh masyarakat Indonesia hampir 60 persennya tidak sesuai dengan pendidikan awalnya. Maka dari itu perlu ada pengenalan sejak dini pada anak-anak demi mengarahkan minat mereka ke depan agar sesuai dengan jalur pendidikannya.

Demikian diungkapkan oleh CEO Bandung Champion City (BCC) Masrah Marang saat diwawancarai disela-sela grand opening BCC, di Lucky Square, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2019 pukul 12.00 WIB.

‎Menurut Masrah, secara psikologi minat anak sejak dini merupakan suatu kekuatan yang bisa menunjang pendidikan formalnya. "‎Karenanya dibutuhkan area untuk menunjang aktivitas anak tersebut. Medianya semisal BCC ini yang mampu menilai anak-anak senangnya apa," katanya.

Di tempat seperti BCC ini pun kata dia adalah hamparan aktivitas kepada setiap anak. Nantinya si anak ini pun bebas memilih apa minatnya, apa kesukaanya, dan apa cita-citanya. Tujuannya jelas agar pendidikan formalnya nanti akan mensupport anak tersebut.

"Dari sisi tempat bermain dan belajar, kami khawatir di Indonesia ini kondisi tempat bermain yang ada konten pembelajarannya cenderung negatif. Bahkan dinilai juga cenderung bahaya, semisal ada ketinggian di sana, si anak bisa loncat-loncat contohnya. Sedangkan di sini diciptakan seaman mungkin," katanya.

Sementara dari sisi pendidikan bagi anak-anak zaman sekarang pendidikan di kelas sudah tidak zaman. "Susah anak diam, apalagi diceritakan tentang buku, susah untuk senangnya. Sehingga tempat ini bisa direkomendasikan oleh guru-guru agar si anak bisa belajar lebih menyenangkan," ucapnya.

Di tempat tersebut setidaknya terdapat 78 boothh tempat pembelajaran anak. Sementara un‎tuk profesinya terdapat 170 pembelajaran profesi anak semisal menjadi polisi, tentara, pemadam kebakaran, anggota MPR bahkan jadi wartawan. Baik wartawan media cetak, online, radio maupun reporter televisi.

"Kami juga sejalankan pembelajaran di tempat ini dengan kurikulum yang ada. Kami juga menyediakan tema-tema bela Negara, kota literasi, cara berlalu lintas yang baik dan lainnya. Tentunya semuanya berbasis kurikulum yang ada sekarang," katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat menambahkan, konsep BCC ini adalah konsep perpustakaan masa depan. Meski demikian perpustakaan serupa sudah ada namun tidak seluas BCC di Indonesia ini.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X