Sabtu, 7 Desember 2019

Perampasan di Jalan Peta, Korban Kehilangan Bor Listrik Puluhan Juta

- 10 Oktober 2019, 07:45 WIB
KAPOLSEKTA Bojongloa Kaler, Komisaris Polisi Apong Wasrun saat menanyai DS (38) residivis yang memalak bor listrik milik korbannya di Mapolsekta Bojongloa Kaler, Kota Bandung pada Rabu 9 Oktober 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Istrinya lagi sakit, seorang residivis mengulangi perbuatan tidak terpujinya lagi. DS alias Goler (38) melakukan penodongan dan perampasan terhadap korban Dennis, yang harus kehilangan handphone dana peralatan bor seharga Rp 20-30 juta.

Korban merupakan seorang pekerja bangunan di proyek pembangunan Mall City Link yang saat itu hendak pulang melewati Jalan Peta, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

"Jadi korban baru saja pulang kerja di proyek pembangunan mall membawa peralatan bor seharga puluhan juta. Pelaku atas nama DS alias Goler (38) sedang membutuhkan uang untuk istrinya sakit, maka pelaku mengancam korban dengan golok untuk menyerahkan barang-barang miliknya," kata Kapolsekta Bojongloa Kaler, Komisaris Polisi, Apong Wasrun didampingi Kanitreskrim Inspektur Satu Maman Suparman, di Mapolsekta Bojongloa Kaler, di Jalan Numi Kopo Kencana, Kota Bandung pada Rabu 9 Oktober 2019.

Menurut Apong pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras sehingga menodong korban dengan kata-kata kasar. "Korban pun menyerahkan barang-barang miliknya yaitu satu unit ponsel dan bor merk Bosch," katanya.

Bor tersebut, kata Apong, berharga sekitar 20-30 juta rupiah dan menjadi tanggung jawab korban yaitu Dennis saat bekerja. "Jadi korban memiliki tanggung jawab menjaga bor listrik sekaligus alat gurinda tersebut," kata Apong.

Saat mengalami kejadian perampasan barang miliknya tersebut, korban pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsekta Bojongloa Kaler. 

"Kami pun langsung melakukan penyelidikan siapa yang melakukakannya kebetulan ciri-ciri pelaku kami kenali. Ternyata pelaku merupakan seorang residivis atas kasus serupa dan baru keluar pada tahun 2018 lalu," katanya menambahkan.

Polisi pun langsung mencari keberadaan pelaku, kata Apong. Hanya dalam hitungan jam, pelaku akhirnya bisa ditangkap di kediamannya. Pelaku pun mengakui segala perbuatannya dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X