Minggu, 29 Maret 2020

Walau Kemarau Panjang Pasokan Pangan Masih Memadai

- 8 Oktober 2019, 22:02 WIB
Ilustrasi.*/CANVA

‎BANDUNG, (PR).- Pasokan pangan bagi Kota Bandung masih mencukupi sesuai kebutuhan, walaupun terjadi kemarau panjang. Distribusi pangan utama, seperti beras, daging, telur, cabai merah dari luar daerah berjalan lancar.

Demikian informasi  dari Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Bandung Usep Awaludin di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa 8 Oktober 2019.

Cabai merah, ucap Usep, tengah mengalami kenaikan harga. Pengaruh cuaca kemarau menyebabkan panen cabai merah terlambat, musim tanam pun tertunda. Tingkat konsumsi Kota Bandung akan cabai merah yang lumayan tinggi turut mempengaruhi harga komoditas tersebut. 

Berdasarkan data Dispangtan, kebutuhan cabai merah di Kota Bandung per hari rata-rata 51 ton. Seluruh kebutuhan cabai merah Kota Bandung berasal dari luar daerah, seperti Brebes, Banyuwangi, Garut, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Ciamis, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat.

Kendati ada kenaikan harga, Usep menyebutkan, Kota Bandung tetap bakal beroleh pasokan cabai merah. Selain itu, Bank Indonesia tengah melangsungkan program guna memenuhi kebutuhan cabai merah bagi warga Kota Bandung. "Melalui program Kampung Peduli Inflasi, para kelompok berkebun bakal beroleh bantuan bibit cabai merah," ucap Usep. 

loading...

Usep menyebutkan, terdapat kemungkinan beras mengalami kenaikan harga pada Januari 2020. Sebagaimana cabai merah, prediksi kenaikan harga beras terpengaruh cuaca kemarau. Berdasarkan perkiraan, kenaikan harga beras tak akan berlangsung lama, kembali normal pada Februari-Maret 2020. Bentuk upaya agar pasokan beras tetap aman, Dispangtan Kota Bandung telah berkoordinasi dengan Bulog. "Stok beras aman, paling tidak hingga Juni 2020. Stok komoditas pangan utama lainnya, seperti daging, telur juga aman," ucap Usep. 

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan untuk tingkat keluarga, Dispangtan Kota Bandung mengajak tiap-tiap warga agar bersedia  menanamkan sayuran, atau jenis pangan lain di pekarangan rumah masing-masing. Hal itu merupakan bentuk nyata gerakan urban farming, telah berjalan di Kota Bandung sejak beberapa tahun ke belakang. ***


Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X