Senin, 16 Desember 2019

Proyek Jalan Lingkar Banjaran Mangkrak

- 7 Oktober 2019, 19:01 WIB
SEJUMLAH warga berdiri di sisi Sungai Citaluktuk Jalan Lingkar Banjaran yang berbatasan antara Desa Tarajusari dengan Desa Bojong Sereh, Banjaran, Kabupaten Bandung, Senin, 7 Oktober 2019. Pembangunan jalan dan jembatan yang direncanakan sebagai pengurai kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Banjaran terlihat mangkrak bahkan di badan jalan sudah dibangun bangunan liar serta tumbuhan ilalang.*/ADE MAMAD/PR

 

JALAN setapak sudah tampak membuka jalur di tengah lahan pemakaman Kampung Bojongsereh, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, menuju Jalan Raya Banjaran di kampung yang sama, namun masuk ke dalam wilayah Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari. Akan tetapi di tengah jalur tersebut, Sungai Citalugtug masih menjadi pemisah yang tak mungkin dilewati mengingat lebarnya lebih dari lima meter.

Sementara itu di beberapa sudut, bangunan nonpermanen yang diduga tak berizin marak berdiri. Terutama di titik yang mendekati Jalan Raya Banjaran, sehingga jalur tersebut tampak seperti kawasan yang terkesan kumuh.

Padahal sedianya, jalur tersebut merupakan lokasi proyek Jalan Lingkar Banjaran yang diwacanakan sejak sekitar 2010 lalu. Jalan lingkar itu rencananya dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan di sekitar Pasar Banjaran yang sudah menahun.


Alih-alih jalan beraspal atau berkonstruksi beton, jembatan untuk menyambungkan jalur tersebut saja sampai kini belum terwujud. Akibatnya dari arah Soreang maupun Banjaran, warga hanya bisa menemukan jalan buntu di atas tanah berdebu pada musim kemarau dan berlumpur pada musim hujan.

Ketua RW 03 Desa Tarajusari Ade wardiana (47) mengatakan, sudah lama warga di lokasi tersebut berharap jalan lingkar Banjaran terealisasi. Namun hampir sembilan tahun, mereka hanya bisa bermimpi tanpa tertidur.

"Harapan kami, jalan lingkar ini segera terwujud sehingga kami tidak terkena imbas kemacetan. Selain itu jika jalan sudah jadi, mudah-mudahan masalah banjir di sini pun mendapat perhatian," kata Ade saat ditemui Pikiran Rakyat, Senin, 7 Oktober 2019.

Menurut Ade, kemacetan yang bersimpul di sekitar Pasar Banjaran memang tak jarang berbuntut di ruas Jln. Raya Banjaran wilayah Bojongsereh. Akibatnya, gang kecil yang melintasi wilayah RW 03 pun seringkali menjadi pelarian bagi para pengendara sepeda motor.

Bagi warga, kondisi itu membuat mereka tidak bebas beraktivitas saat para pengendara sepeda motor berbondong-bondong masuk wilayahnya. Tak hanya keramaian dan kebisingan, keselamatan warga terutama anak kecil pun menjadi taruhan.

Ade tak habis pikir, proyek Jln. Lingkar Banjaran tak kunjung terealisasi padahal sudah direncanakan sejak 2010 lalu. Bahkan pembebasan lahan pun sudah dilakukan di mana sekitar 15 warga RW 03 pun terkena penggusuran.


Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Agus Nuria mengungkapkan bahwa dalam pembangunan jalan Lingkar Banjaran, pihaknya lah yang memang melakukan pembebasan lahan untuk proyek tersebut. Akan tetapi untuk pembangunannya, merupakan kewenangan Pemprov Jabar, mengingat status Jalan Raya Banjaran sendiri merupakan jalan provinsi.

Agus menegaskan bahwa pihaknya selama ini terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar. Soalnya, ia menilai jalur lingkar tersebut sudah sangat vital untuk mengatasi kemacetan di sekitar Pasar Banjaran.

Mengomentari kondisi tersebut, anggota DPRD Jabar Dadang Supriatna mengatakan, pihaknya akan segera menanyakan perkembangan terakhir proyek tersebut ke Pemkab Bandung dan Pemprov Jabar.

"Kalau sudah jelas kewenangannya di mana, kami akan mendorong agar terjadi percepatan realisasi proyek tersebut," ujarnya. 


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X