Rabu, 3 Juni 2020

Pemprov Jabar Fasilitasi Warga Jabar di Wamena yang Ingin Pulang

- 5 Oktober 2019, 16:53 WIB
SEBAGIAN warga Jabar di Wamena akan difasilitasi Pemprov Jabar untuk pulang, dengan dibantu Paguyuban Sunda Ngumbara di Jayapura, juga Baznas.*/ DOK. Dinsos Jabar

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memfasilitasi warga Jabar di Wamena yang ingin pulang ke Jabar maupun memastikan kondisi mereka di perantauan kondusif. Dibantu dengan Paguyuban Sunda Ngumbara di Jayapura, pemprov Jabar mendata warga yang ingin pulang, menetap, bahkan yang belum terangkut ke Jayapura.

Untuk sementara, 174 warga asal Jabar sudah keluar dari Wamena. Kurang lebih 100 orang di antaranya sudah pulang dengan swadaya, sisanya masih mengungsi di Sentani Jayapura. Pemprov Jabar pun untuk sementara akan memulangkan 60 warga Jabar ke masing-masing kota kabupaten asal mereka yang mayoritas asal Garut. Sisanya kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, dan Subang. Lainnya ada yang dari Kota dan Kabupaten Bandung.

"Jumlah warga Jabar di Wamena sendiri masih terus kita validasi dan pastikan kondisi mereka seperti apa di Wamena, ada tim kami yang sedang di Wamena karena masih banyak yang belum terangkut di sana," ujar Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Jabar Enok Komariah di Sentani Jayapura yang dihubungi "PR", Sabtu 5 Oktober 2019 petang.

Menurut dia, pemulangan akan dilakukan menunggu koordinasi dengan Baznas yang akan datang pada Sabtu malam atau Minggu pagi 6 Oktober 2019. Sesuai arahan Pj Sekda Jabar, pembiayaan pemulangan akan dibantu oleh Baznas. Mereka akan diangkut dengan pesawat komersil biasa dari Jayapura ke Jakarta.

"Pemulangan ini baru tahap pertama ya, kami terus mendata dan memvalidasi data warga Jabar, dan memastikan warga Jabar yang akan pulang karena di sana masih banyak yang belum terangkut," ucap dia.

Enok mengatakan, warga Jabar yang memutuskan pulang yaitu mereka kebanyakan yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pekerjaan formal. Mereka kebanyakan honorer, pedagang keliling yang tidak memiliki aset di Wamena. Sebaliknya yang memutuskan menetap mereka memiliki keyakinan situasi akan pulih dan mereka memiliki aset di sana.

Sementara kondisi mereka di penampungan sementara di Sentani kebanyakan trauma dengan peristiwa kerusuhan di sana yang memakan korban dan harta benda mereka.

Ketua Forum Paguyuban Sunda Ngumbara di Jayapura Irianto mengatakan, pihaknya terus mengupayakan warga asal Jabar yang ingin mencari keamanan ke Jayapura, namun saat ini yang diprioritaskan adalah lansia, anak kecil dan perempuan. Namun pihaknya bersama pemerintah setempat tetap memfasilitasi agar warga Jabar yang ingin mencari keamanan, bahkan pulang dengan bekerja sama dengan TNI setempat huma menggunakan pesawat hercules.

"Sebenarnya ada yang sudah pulang duluan pake uang sendiri, keluarga mereka di Jabar sengaja jual ini itu agar dapat tiket, jumlahnya ngaratus, 120-130 orang, hariwang nu di lembur tapi nu sapalih mah mondok didieu," ujar dia.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X