Kamis, 5 Desember 2019

Satgas Citarum Harum Ancam Penjarakan Pengusaha Pembuang Limbah Cair

- 5 Oktober 2019, 07:18 WIB
JAJARAN TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melakukan patroli untuk mengontrol sejumlah pabrik yang membuang limbah cair.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Jajaran TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum ancam memenjarakan para pengusaha pabrik tekstil yang nakal dan membandel karena tetap tak mengindahkan teguran maupun sanksi membuang limbah cair ke selokan maupun anak sungai yang bermuara ke Sungai Citarum di kawasan Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. 

Ancaman itu untuk membuat jera para pelaku pembuang limbah cair yang melebihi baku mutu sesuai dengan ketentuan pemerintah. Ancaman itu sempat dilontarkan kepada pihak perusahaan dan pegawai di bagian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) CV Kota Sandang di Jalan Pelangi Desa Sukamukti Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat 4 Oktober 2019 sore.

Saat itu, Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Kustomo Tiyoso melalui Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Letda Arh. Dwi Iswantoro dan jajaran TNI dari Sektor 4 Satgas Citarum Harum mendatangi pabrik tekstil CV Kota Sandang tersebut. 

Satgas Citarum Harum sempat meninjau IPAL di pabrik tekstil tersebut karena diindikasikan dari sisa operasional mesin tenun yang menggunakan benang dengan proses kanji tersebut mengandung bahan kimia. Pada Jumat (4/10/2019) dini hari, Satgas Citarum Harum saat sedang patroli mendapati limbah mengalir di selokan yang diduga berasal dari CV Kota Sandang yang disalurkan melalui pipanisasi.

Saat itu, Dwi menyuruh pihak Perusahaan CV Kota Sandang Acen (70) dan Pegawai Bagian IPAL Royin (54) untuk datang ke Posko Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Sabtu (5/10/2019) untuk membuat pernyataan dan komitmen perbaikan IPAL, sebelum diberikan sanksi tegas berupa penutupan saluran limbah atau menghentikan produksi. Sebelumnya, Satgas Citarum Harum sudah memiliki bukti pembuangan limbah cair tersebut. 

Dwi juga sempat mempertanyakan kepada pegawai IPAL Royin, apakah membuang limbah cair pada Jumat dini hari itu karena kesalahan, keteledoran atau kesengajaan? 

"Benang yang ditenun itu mengandung bahan kimia. Karena diproses melalui kanji, sehingga mengandung bahan kimia tinggi. Biar lentur dalam proses tenunnya, pakai air panas. Yang jelas kanji itu ada kandungan kimia yang dibuang ke selokan di samping pabrik tersebut. Makanya besok disuruh datang ke posko," kata Dwi. 

Dwi pun sempat melontarkan pernyataan bahwa pabrik tersebut saluran limbahnya harus ditutup. "Nantinya proses produksinya bisa kelihatan seperti apa? Kita berharap, jangan sampai terulang lagi membuang limbah cair, apalagi dengan alasan keteledoran, apalagi pegawainya mengaku ketiduran," ucapnya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Dwi pun mengingatkan kepada pihak perusahaan tersebut, air limbah cair yang mengandung kimia dan dibuang ke Sungai Citarum, airnya diolah dan diminum oleh warga Tangerang, Karawang, Bekasi dan Jakarta. 


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X