Minggu, 23 Februari 2020

Atap Kelas Ambruk, Siswa SDN 3 Gudangkahuripan Belajar di Ruang Guru

- 3 Oktober 2019, 19:50 WIB
KONDISI bangunan SDN 3 Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 3 Oktober 2019. Atap ruang kelas di sekolah tersebut ambruk, sehingga sebagian siswa harus belajar di ruang guru. */CECEP WIJAYA/PR

NGAMPRAH, (PR).- Atap ruang kelas SD Negeri 3 Gudangkahuripan, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, ambruk akibat struktur bangunan yang sudah tua dan keropos. Hal itu membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara bergiliran dengan menempati ruang kelas yang tersisa, termasuk di ruang guru.

Informasi yang dihimpun Pikiran Rakyat, ambruknya atap di ruang kelas V dan VI di sekolah tersebut terjadi pada Rabu, 2 Oktober 2019 sekira pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban akibat kejadian tersebut lantaran sudah tidak ada aktivitas di sekolah.

Sebelum atap ambruk, kedua ruang kelas tersebut sudah tidak digunakan sejak 30 September lalu. Hal ini disebabkan tanda-tanda runtuhnya atap tersebut sudah terlihat dari kondisi struktur bangunan atap yang sudah keropos.

Kepala SD Negeri 3 Gudangkahuripan Dindin Tajudin mengatakan, pada tahun 2005 sekolahnya mendapatkan program renovasi, tetapi hanya untuk perbaikan lantai dan genteng sekolah. Sementara itu, kerangka bangunan dan atap-atap bangunan sama sekali belum pernah tersentuh perbaikan sejak sekolah ini berdiri tahun 1965. 

"Karena atap sudah terlihat lapuk dan keropos, kami antisipasi dengan tidak menggunakan kelas yang rawan ambruk untuk kegiatan belajar mengajar," katanya, Kamis, 3 Oktober 2019. 

Pengajuan bantuan setiap tahun

Dia mengaku sangat prihatin dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah lapuk dan rawan roboh. Setiap tahun, pihaknya terus mengupayakan bantuan melalui pengajuan proposal baik ke Pemda KBB, Pemprov Jabar, maupun ke Kementerian Pendidikan. Akan tetapi hingga kini, sejumlah pengajuan bantuan itu belum membuahkan hasil.

"Di sini kegiatan sekolah dari pukul 07.00 sampai 14.00 WIB. Karena banyak bangunan rusak tidak dipakai, akhirnya kegiatan belajar mengajar dilakukan secara bergilir," ucapnya. Dia menambahkan, jumlah siswa di sekolah tersebut yaitu 122 orang.

Belajar di ruang guru

Sementara itu, Komite SDN 3 Gudangkahuripan  M Afippudin menambahkan, akibat atap ruang kelas ambruk terpaksa siswa kelas V disatukan belajar di kelas III. Sementara siswa kelas VI terpaksa harus belajar di ruang guru.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X