Kamis, 5 Desember 2019

Wakil Rektor Unpad Ajak Mahasiswa Mengadvokasi Secara Ilmiah Terkait RUU

- 2 Oktober 2019, 21:33 WIB
MAHASISWA dan pelajar melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 September 2019. Mereka menuntut DPR segera mencabut seluruh Rancangan Undang Undang yang dianggap bermasalah serta meminta presiden untuk segera menerbitkan Perppu UU KPK.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, Inovasi, dan Korporasi Akademik Universitas Padjajaran Dr Keri Lestari angkat bicara soal aksi mahasiswa yang mempersoalkan sejumlah rancangan undang-undang. Menurut Keri selaku insan akademik, mahasiswa juga diimbau untuk berpartisipasi dalam mengadvokasi secara ilmiah.

Keri menyatakan unjuk rasa mahasiwa sebagai upaya menyampaikan aspirasi perlu dihormati karena bagian dari hak asasi manusia. Namun, di tengah upaya itu, sebagai wakil dari Unpad, dia mengimbau mahasiswa agar cara-cara demonstrasi dilakukan dengan damai dan bertanggung jawab.

"Intinya, harus damai dan jangan mengganggu ketertiban umum," ujar Keri seusai membuka acara pelatihan public speaking yang diselenggarakan Kadamas Institute di Graha Soeriatmadja, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu, 2 Oktober 2019.

Menurut Keri‎ masyakarat memiliki hak untuk menggunakan fasilitas umum. Selain itu kata dia perbedaan pendapat pada era demokrasi merupakan hal yang wajar. "Hanya saja seharusnya mahasiswa juga harus belajar menggunakan instrumen konstitusi yang berlaku," ucapnya.

Keri juga menyebut penguatan demokrasi akan terjadi apabila semua pihak bisa menggunakan instrumen konstitusi yang ada.‎ "Selain berunjuk rasa, mahasiswa sebagai insan akademik memiliki kesempatan untuk berpartisipasi mengadvokasi secara ilmiah terkait isu RUU yang dipersoalkan," katanya.

Misalnya lanjut Keri advokasi secara ilmiah ini bisa dilakukan dengan cara menggelar seminar bedah isu hukum dan politik. Khususnya terkait fenomena yang berkembang di masyarakat pada saat sekarang.‎ "Semisal dengan RU KUHP," ucapnya.

"Saya tentunya akan siap mendukung cara-cara ilmiah dalam menyikapi isu yang kini tengah berkembang. Kita juga bisa memfasilitasi untuk melibatkan pakar-pakar profesional pada bidangnya masing-masing pada diskusi-diskusi ilmiah tersebut," katanya.

Oleh karena itu Keri pun berharap dengan advokasi secara ilmiah tersebut menjadi jalan tengah terkait ketidaksetujuan mahasiswa terhadap RUU tersebut. "Mudah-mudahan dengan cara ini tidak ada pihak yang dirugikan lagi," katanya.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X