Kamis, 5 Desember 2019

Warga Diminta Bijak Menerima Informasi di Media Sosial Terkait Kericuhan Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Jabar

- 1 Oktober 2019, 18:39 WIB
MAHASISWA dan pelajar melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Senin, 30 September 2019. Mereka menuntut DPR segera mencabut seluruh Rancangan Undang Undang yang dianggap bermasalah serta meminta presiden untuk segera menerbitkan Perppu UU KPK.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan Kantor DPRD Jabar pada Senin 30 September 2019 sore berujung ricuh. Akibatnya, ada mahasiswa, pelajar, maupun polisi yang terluka dan mesti mendapat penanganan medis.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan terdapat anggota kepolisian dari Ditreskrimsus Polda Jabar atas nama Bripda Feri Ferdiansyah alami patah tulang jari. Feri mengalami hal tersebut karena dikeroyok.

Truno menambahkan, anggota yang terluka telah mendapat penanganan di RS Sartika Asih. Hingga kini, anggota tersebut masih dirawat karena mesti dioperasi.
"Dirujuk ke Rumah Sakit Sartika Asih itu dikeroyok. Masih dirawat karena dioperasi," ujar Truno saat diwawancarai pada Selasa, 1 Oktober 2019.

Selain itu, kata Truno, di lain hal‎ marak beredar informasi khususnya di media sosial yang rentan mengandung unsur kebohongan atau hoaks. Misalnya, seperti data mahasiswa dan pelajar yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut atau informasi mengenai toko buah di Jalan Trunojoyo yang nyaris dijarah oleh massa.

"Kami belum dapat memastikan informasi yang diterima masyarakat benar atau salah. Namun, saya mengimbau kepada masyarakat agar bijak menggunakan media sosial ini. Jadi setelah menerima informasi sebaiknya di-cross check dulu," katanya.

Oleh karenanya lanjut Truno‎ jangan sampai semua unsur informasi digunakan sebagai provokasi untuk berempati.

"Bisa saja kejadian itu benar tapi kapan. Bisa saja benar tapi karena apa. Bisa saja itu benar tapi bukan karena apa-apa. Kan banyak sebabnya. Itu harus di-cross check," katanya.

Truno juga menambahkan penyebaran berita bohong atau hoaks dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan undang-undang yang tertuang dalam UU ITE. Maka dari itu, dia mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial.

Sementara itu Terpisah‎ Kasatreskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi M. Rifai mengatakan, ada dua orang yang masih dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap polisi hingga mengalami patah tulang.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X