Kamis, 12 Desember 2019

Rencana Pembangunan Jalan Tol Bandung-Banjar, Pemprov Jabar Menyelaraskan Masukan Daerah

- 25 September 2019, 14:16 WIB
GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelaraskan masukan-masukan dari kota kabupaten yang akan terlintas proyek pembangunan jalan tol Bandung Tasikmalaya Banjar Cilacap yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar. Perwakilan wilayah dipertemukan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu, 25 September 2019. Hadir Bupati Bandung Dadang Naser pada pertemuan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar A Koswara menuturkan, dalam pertemuan tersebut pemerintah daerah membahas masukan-masukan daerah denga direktorat jalan bebas hambatan Kementerian PUPR.

"Barusan ada beberapa usulan dari daerah yang dilalui yaitu dari Kabupaten Bandung, Garut dan Tasikmalaya, Ciamis untuk perencanaan itu. Setelah itu akan ada penetapan trase setelah usulan-usulan tersebut oke. Kemudian nanti dibuat penlok (penetapan lokasi) baru disosialisasikan pada masyarakat," ujar dia usai pertemuan. 

Koswara mengatakan, pada pertemuan tersebut Kabupatan Bandung itu meminta agar jalan tol Bandung Banjar diintegrasikan dengan rencana jalan lingkar Kabupaten Bandung di Majalaya, sedangkan Garut meminta adanya evaluasi trase karena mereka punya rencana pengembangan pusat pemerintahan. 

"Pengembangan pusat pemerintah Garut terkena jalur tol itu minta dievaluasi di Banyuresmi," kata dia. 

Menurut dia, masukan-masukan tersebut akan diproses dan disesuaikan dengan rencana trase yang sudah ada secepatnya. Pasalnya Desember ini ditargetkan harus sudah memasuki lelang investor. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mematangkan rencana pembangunan jalan tol Bandung -Tasikmalaya Banjar-Cilacap (Batik Balap) atau yang dikenal Cigatas sebelumnya. Pemprov, pihak konsorsium dan kepala daerah yang terlintas jalan tol yang panjangnya lebih dari 200 km itu saat ini tengah menentukan trase agar tidak berubah sebelum penetapan lokasi. Rencananya 2020 mendatang, pembebasan lahan maupun konstruksi dimulai. 

Pembangunan jalan tol tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama
pembangunan sepanjang 90 km dimulai dari Gede Bage kemudian dari Kabupaten Bandung, Garut sampai Tasikmalaya. Kemudian lanjut tahap dua Tasikmalaya-Banjar Pangandaran sampai Cilacap sepanjang 111 km.Menariknya, jalan tol tersebut akan didekatkan dengan kawasan wisata Pangandaran. 

Adapun jumlah anggaran untuk pembanguan jalan tol tersebut diperkirakan mencapai Rp 120 triliun untuk pembebasan lahan maupun konstruksi.***



Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X