Demonstrasi Mahasiswa Menolak Revisi RKUHP dan Revisi UU KPK di Bandung Ricuh

- 23 September 2019, 17:56 WIB
DEMONSTRASI mahasiswa dari berbagai kampus di depan Gedung DPRD Jabar di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin 23 September 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Kejahatan demokrasi

Orator demonstrasi dari BEM Rema Universitas Pendidikan Indonesia Kota Bandung, Sidik mengatakan bahwa Indonesia kini sedang dalam keadaan yang tidak baik karena kejahatan-kejahatan atas demokrasi.

"Negara kita telah melakukan kejahatan-kejahatan demokrasi. Azas kebebasan berpendapat mengemukakan pendapat telah dibatasi. Oleh karena itu, di sini kawan-kawan semua harus sadar dan mengingat bahwasanya Indonesia sedang tidak baik-baik saja," katanya.

Sidik juga meminta mahasiswa untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang dianggap tidak baik dalam mengurusi negara.

Sidik juga mengemukakan‎ gedung yang ditempati anggota dewan dibangun dengan uang rakyat. Maka dari itu, tidaklah salah apabila rakyat masuk ke dalam gedung. "Bangunan yang ada di depan adalah bangunan yang dibangun dengan uang rakyat. Ada hak kita untuk masuk ke dalam," ucapnya.

Tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi antara lain:

1. Batalkan semua Rancangan Undang-Undang (RUU) yang merugikan masyarakat diatas (RUU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan RUU PAS)

2. Khusus pada RUU KPK, Mahasiswa Jawa Barat menuntut Presiden untuk segera mengeluarkan Perppu UU KPK untuk menggantikan UU KPK hasil revisi

3. Ultimatum kepada DPR RI dan Presiden untuk menghentikan persekongkolan demokrasi yang menghasilkan RUU yang merugikan pada rakyat

4. Apabila tuntutan kami diabaikan, maka kami akan bergerak secara kolektif menuju pusat untuk mencabut mandat rakyat dari DPR RI dan Presiden.***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X