Jumat, 5 Juni 2020

Pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Ibun Paling Keren

- 19 September 2019, 20:44 WIB
SEBANYAK25 calon kepala desa di delapan desa di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung melaksanakan deklarasi kampanye damai.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Sebanyak 25 calon kepala desa di delapan desa di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung melaksanakan deklarasi kampanye damai jelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di GOR Desa Lampegan Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Kamis 19 September 2019. 

Beberapa waktu sebelumnya, para calon kepala desa dan disaksikan jajaran Muspika Ibun melaksanakan penandatanganan fakta integritas pada pelaksanaan pilkades serentak 26 Oktober 2019. 

Pada deklarasi kampanye damai itu terungkap, puluhan calon kepala desa menyatakan tidak melakukan money politik, intimidasi, kampanye negatif. 

Selain itu mereka menyatakan para  tim sukses untuk sama-sama menciptakan situasi aman tertib agar terhindar dari benturan dan bentrok massa antarpendukung. Selain itu, mereka siap menang dan kalah dan tidak akan menuntut, selama pelaksanaan pilkades adil jujur bebas dan rahasia. Apabila melanggar, pihaknya siap menerima sanksi hukum dan diskualifikasi dari pencalonan kepala desa. 

Camat Ibun Adjat Sudradjat mengatakan, pelaksanaan pilkades sekarang ini sangat berbeda dengan pilkades terdahulu. "Pilkades sekarang dengan turunnya perda dan  perbub 2019, dan pembentukan panitia pilkades berdasarkan perda banyak celah hukum dalam kepanitian. Contoh kecil Kecamatan Rancaekek, kades sudah dua tahun menjabat dan kalah di-PTUN dan sekarang langsung diganti," kata Adjat.

Jangan saling menjelekkan

Ia mengatakan, kesalahan fatal dari panitia dan panwas bisa berujung proses hukum. Karena itu, para calon kepala desa jauh-jauh hari di  Kecamatan Ibun membuat fakta integritas. "Supaya pilkades di Kecamatan Ibun aman, damai, sejuk dan kondusif, karena tak mau pasca pilkades ada persoalan lain," tandas Adjat.

Camat meminta kepada semua calon kepala desa jangan saling menjelekkan di antara calon kepala desa (kades). "Jangan saling menekan di antara calon kades. Sebab tak ada manusia idealis di dunia. Yang idealis ada dua, pertama manusia belum lahir dan sudah meninggal dunia. Tolong jangan saling menjelekkan. Silahkan berjuang habis-habisan, tapi jangan menjelekkan. Dengan catatan berjuang dengan cantik," paparnya. 

Adjat mengatakan, berbicara politik jauh dari agama, dan realitanya ada dan pelaksanaan jauh dari kenyataan. "Licik,  cilimit, curang dan jahat, itu politik. Politik itu dibodohi, dibibita, dibohongan dan diberi. Jadi jauh berseberangan. Pengendalian harus betul-betul, baik tim sukses maupun  calon kepala desa," katanya.

"Pelaksanaan pilkades ini, saya berharap panitia pilkades  jangan main-main birokrasi pilkades. Laksanakan secara normatif dan jangan membuat persoalan. Panwas laksanakan tufoksinya secara normatif," imbuhnya. 

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X