Baru Berjalan Sehari, Proyek Jembatan Pakuhaji Kembali Terhenti karena Masalah Teknis

- 17 September 2019, 21:01 WIB
MURID SD melintasi beckhoe yang mogok saat menyeberangi suangi kering di proyek perbaikan Jembatan Pakuhaji, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Selasa, 17 September 2019. Belum genap sehari proyek perbaikan jembatan yang sempat terhenti tersebut terpaksa kembali dihentikan sementara, karena baterai backhoe meledak. Pekerja masih menunggu kiriman baterai pengganti untuk melanjutkan pekerjaan.*/HARRY SURJANA/PR

CIMAHI, (PR).- Setelah menuai protes masyarakat karena mangkrak, proyek rehabilitasi jembatan Pakuhaji perbatasan RW 16-RW 17 Kp. Pasirkiara Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kembali dikerjakan, Selasa 17 September 2019. Namun, pekerjaan kembali harus terhenti karena terjadi kerusakan alat di lapangan.

Pantauan "PR" di lapangan, pekerjaan terlihat mulai berlangsung dengan penghancuran badan jembatan lama oleh alat berat backhoe. Terlihat ada 3 orang pekerja di lokasi, termasuk operator backhoe.

Namun, ditengah pengerjaan baterai backhoe rusak sehingga tak bisa difungsikan. Aktivitas kembali terhenti, warga pun terlihat masih lalu lalang melintasi area jembatan yang direhab dengan berjalan kaki menuruni lembah aliran sungai.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi menyatakan telah menegur kontraktor atas keluhan masyarakat. Pekerjaan diminta segera diteruskan karena sangat dibutuhkan sehingga masyarakat tak terisolasi dan akses lalu lintas bisa tersambung kembali.

"Teguran tetap berjalan. Kami sudah memanggil penyedia dan pengawas untuk melapor apa yang jadi kendala," ujar Kabid. Bina Marga DPUPR Kota Cimahi Wilman Sugiansyah, ditemui dikantornya di kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.

loading...

Proyek jembatan dikerjakan CV Eka Marga dengan nilai Rp 790.139.000. Pekerjaan dimulai 17 Juli-13 November 2019. Ruas jembatan tersebut diperbaiki dengan lebar 6 m dengan panjang 12 m, tonase kendaraan yang melintas maksimal 8 ton sesuai status kelas jalan yaitu kelas 3.

Menurut Wilman, kontraktor menyatakan ada kendala teknis karena peralatan rusak sehingga sempat terhenti. "Jadi bukan sengaja terhenti tapi ada masalah teknis. Hari ini (17/9/2019), sudah mulai berjalan lagi. Serta ada keinginan warga untuk dibangun jembatan sementara agar diakomodir," ucapnya.

Menurut Wilman, pihaknya tidak merencanakan pembuatan jembatan sementara karena hasil konsultasi dinas terkait masih ada alternatif jalan melewati daerah perbatasan Kp. Cukangkawung-Ngamprah Kab. Bandung Barat. "Ternyata di daerah tetangga tersebut mau ada pembetonan jalan sehingga warga khawatir akses lalu lintas terputus total dan mereka terisolir," jelasnya.

Pengembang sudah menyanggupi tuntutan warga dengan mengirimkan material pembuatan jembatan sementara seperti besi, plat baja untuk alas, dan material lainnya. "Material sudah dikirim dan sekarang sedang dibuat juga," katanya. 

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X