Warga Tagih Janji Kampanye Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

- 17 September 2019, 20:09 WIB
RIDWAN Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Warga masih menagih janji pasangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum untuk memperbaiki kesejahteraan. Warga menilai program dan janji saat kampanye Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum terlalu banyak dan belum dijalankan secara fokus.

Direktur Eksekutif Instrat Jalu Pradhono mengatakan, harapan adanya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat ini terungkap dari temuan penelitian yang dilakukan pihaknya pada Agustus 2019. Bahkan, lanjut Jalu, selain mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan, warga pun menilai terkait ketersediaan lapangan pekerjaan dan harga kebutuhan bahan pokok masih menjadi isu yang belum mampu ditangani secara memuaskan.

“Perbaikan tingkat kesejahteraan berada top of mind responden dari penelitian yang kami lakukan tersebut. Temuan itu kami tanyakan kepada responden tentang janji kampanye (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) yang masih diingat responden,” ujar Jalu saat menggelar konferensi pers di Bandung, Selasa, 17 September 2019.

Terkait program kerja yang paling beroleh sorotan masyarakat, kata Jalu, responden menyebut Desa Digital ketika ditanya program Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum apa yang paling diingat. Selain itu, Jabar Quick Response dan Kredit Mesra juga masuk dalam 3 Besar program kerja Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang paling diingat.

Terkait temuan itu, lanjut Jalu, pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum ini harus lebih memfokuskan program unggulan yang diungkapkan pada saat kampanye dulu. Sebab, kata dia, masyarakat mengaku tidak mengetahui lebih rinci mengenai apa saja program kerja dari Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum ini. “Yang perlu difokuskan pada tiga isu sentral tadi, yakni kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pokok,” ujar dia.

loading...

Dalam kesempatan itu, Jalu menambahkan, kepuasan warga ditujukan kepada penanganan kerukunan beragama, bencana alam, kebebasan, dan pendidikan. Keempat isu tersebut dianggap puas oleh 66 persen, 61 persen, 61 persen, dan 59 persen responden.

Masih dikatakan Jalu, masyarakat umumnya bangga dan bahagia menjadi bagian dari sebagai warga Jawa Barat. Hal itu terungkap dalam penelitian mengenai persepsi warga Jawa Barat terkait pencapaian pembangunan di Jawa Barat dan usai suksesi kepemimpinan di Jawa Barat. Penelitian diselenggarakan lembaga survei Instrat.

“Sebanyak 91 persen warga mengaku bangga sebagai warga Jawa Barat. Hanya 5 persen yang tidak bangga, dan 4 persen menjawab tidak tahu. Demikian juga dengan aspek kebahagiaan. Sebanyak 90 persen warga bahagia, hanya 5 persen yang mengaku tidak bahagia, dan 4 persen menjawab tidak tahu

Dijelaskan Jalu, penelitian data untuk keperluan penelitian itu dilakukan pada 20-26 Agustus 2019 dengan metode multistage random sampling, berbasis data dasar penduduk, proporsional hingga level kota/kabupaten. “Area survei meliputi 94 desa/kelurahan dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan total responden 405 orang dan margin error dalam kisaran 5 persen,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X