Selasa, 26 Mei 2020

Revitalisasi Pasar Tagog Padalarang Terbengkalai Selama Enam Tahun

- 16 September 2019, 22:22 WIB
PASAR Tagog, Padalarang, Bandung Barat, belum lama ini.*

NGAMPRAH, (PR).- Pembangunan kembali Pasar Tagog di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, terbengkalai sejak enam tahun terakhir. Beberapa kali upaya revitalisasi pasar tersebut gagal dilakukan lantaran pemenang lelang tidak melaksanakan pembangunan.

Menurut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB, Avira Nurafifah, revitalisasi Pasar Tagog seharusnya dilakukan beberapa bulan lalu. Namun, pemenang lelang sebelumnya tidak melaksanakan proyek tersebut.

"Pemenang lelang tidak melaksanakan pembangunan dengan alasan yang tidak jelas, sehingga kami nyatakan wanprestasi. Proyek ini terpaksa dilelang ulang," ujarnya di Ngamprah, Senin, 16 September 2019.

Dia mengungkapkan, revitalisasi Pasar Tagog Padalarang sebenarnya sudah harus dilakukan sejak 2013 lalu. Namun, salah satu investor pemenang lelang meninggal dunia. Beberapa tahun kemudian, revitalisasi terus diwacanakan namun terkendala berbagai hal termasuk belum terjadi kesepahaman dengan para pedagang.

Pada 2019 ini, revitalisasi pasar tersebut kembali digulirkan dengan investor yang akan melakukan pembangunan masih merupakan perusahaan konsorsium dengan perusahaan pemenang lelang sebelumnya. Namun, perusahaan tersebut tidak melaksanakan kewajibannya.

"Akhirnya, proyek ini kembali dilelang ulang dan sekarang sedang berproses di Unit Layanan Pengadaan. Setelah ada pemenang, kami harap pembangunan bisa segera dilaksanakan," ujar Avira.

Dua pasar lainnya direvitalisasi tanpa banyak kendala

Menurut dia, revitalisasi Pasar Tagog dilakukan dengan lelang investasi, sehingga biaya pembangunan ditanggung sepenuhnya oleh investor. Berdasarkan perencanaan sebelumnya, biaya pembangunan pasar tersebut diperkirakan sebesar Rp80 miliar.

Dua pasar tradisional lainnya yang dikelola Disperindag KBB sudah direvitalisasi. Kedua pasar tersebut yaitu Pasar Panorama Lembang dan Pasar Batujajar yang dibangun oleh investor yang sama, yaitu PT Bangun Bina Persada.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X