Akses Pakuhaji-Pasirkiara Terputus, Warga Pertanyakan Perbaikan Jembatan

- 16 September 2019, 15:42 WIB
Akses jalan terputus, warga RW 16-RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kesulitan beraktivitas. Pasalnya, jembatan Pakuhaji sebagai akses utama tengah direhabilitasi namun proyek tersebut lama tak terlihat progresnya.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Akses jalan terputus, warga RW 16-RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kesulitan beraktivitas. Pasalnya, jembatan Pakuhaji sebagai akses utama tengah direhabilitasi namun proyek tersebut lama tak terlihat progresnya.

Pantauan "PR" di lapangan, terlihat ruas jalan terputus antara RW 16-17 sepanjang 12-13 m dan lebar sekitar 6-8 m. Tidak ada akses jalan yang yang bisa dilintasi, warga yang hendak bepergian harus melintas ke area bawah yang semula aliran air dengan menuruni anak tangga darurat terbuat dari bambu.

Warga juga terpaksa memutar jalan ke Kp. Cukangkawung Desa Ngamprah Kab. Bandung Barat yang dapat diakses kendaraan roda dua ataupun memutar lebih jauh ke Pakuhaji-Tanimulya KBB.

Aktifitas warga setempat cukup tinggi dalam memanfaatkan akses lalu lintas tersebut. Selain anak sekolah, warga juga banyak yang melakukan aktifitas ekonomi seperti usaha mebelair, kuliner, dan lainnya.

Pada sisi jembatan, terpampang informasi proyek jembatan dikerjakan CV Eka Marga dengan nilai Rp 790.139.000. Pekerjaan dimulai 17 Juli-13 November 2019.

loading...

Menurut Ketua RW 17 Asep Rahmat, kegiatan pembangunan jembatan tersebut sudah sekitar sebulan dikerjakan. "Tapi lebih banyak enggak dikerjakan. Ada sekitar tiga minggu didiamkan, juga tidak kelihatan ada pekerja. Hanya ada alat berat saja diparkir," ujarnya di lokasi.

Bahkan, akses jalan yang terputus sempat menyulitkan petugas Damkar Cimahi memadamkan kejadian kebakaran di RT 4 RW 17 pekan lalu sehingga harus memutar ke Pakuhaji KBB. "Keburu kebakarannya besar,, untung bisa dipadamkan dulu oleh warga," ujarnya.

Asep mengatakan, secara prinsip warga sangat mendukung rehabilitasi jembatan tersebut. "Kita tidak permasalahkan jembatan mau diperbaiki, malah sebetulnya menyambut baik karena memang ada potensi kerusakan. Hanya saja, meminta pengerjaannya jangan lambat bahkan sampai tidak ada progres lama seperti ini," ucapnya.

Apalagi, warga sangat membutuhkan akses transportasi. "Warga minta ada jalan sementara yang bisa dilintasi, kasihan anak sekolah, ibu hamil harus lewat bawah yang dulunya aliran air dan menanjak. Kan sangat membahayakan buat masyarakat," katanya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X