Risiko Kematian Mengintai Petugas Kebersihan, Pilah Sampah Solusi Mutlak

- 16 September 2019, 14:54 WIB
PETUGAS menyortir sampah yang baru dinaikan keatas bak truk sampah di Jalan Gunung Batu, Kota Bandung, Minggu, beberapa waktu lalu.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Risiko berbahaya mengintai para petugas kebersihan atau petugas pengelola sampah. Di balik tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban pekerjaan para petugas pengelolaan sampah, terdapat risiko penyakit yang bahkan berpotensi mematikan.

Bijaksana Junerosano dari komunitas Greeneration Indonesia menjelaskan, hal ini terjadi pada seorang petugas kebersihan di Kota Bandung belum lama ini. Tanggal 24 Juli 2019, Wawan Hermawan seorang petugas kebersihan meninggal akibat bakteri tetanus yang masuk ke dalam tubuhnya karena tusuk sate yang tak sengaja terinjak saat ia tengah menjalankan tugasnya mengangkut sampah. Wawan meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih sekolah.

Risiko pekerjaan petugas kebersihan seperti Wawan, seringkali diabaikan oleh masyarakat. Selama ini, masyarakat hanya mengetahui bahwa sampah mereka sudah diurus oleh para petugas  pengelola sampah, tanpa menghiraukan risiko pekerjaan yang dihadapi para petugas. 

Bijaksana menuturkan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa membantu mengurangi risiko pekerjaan para petugas pengelolaan sampah. Di antaranya mulai dari teknologi, tata kelola penegakkan peraturan atau kebijakan, kelembagaan dan kemitraan, partisipasi masyarakat, dan yang paling krusial yakni pembiayaan.

“Pembiayaan menjadi aspek yang sangat krusial karena inilah yang menjadi 'bahan bakar' atau penggerak roda operasional pengelolaan sampah yang optimal. Jika mekanisme pembiayaan pengelolaan sampahnya sesuai standar (layak) maka, korban nyawa tentu bisa diminimalisir” ujar Bijaksana Junerosano, dalam siaran pers yang diterima "PR".

loading...

Solusi lainnya untuk membantu mengurangi risiko pekerjaan para petugas kebersihan adalah dengan pemilahan sampah sejak di level rumah tangga. Pendiri Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi David Sutasurya menuturkan, sampah yang tidak terpilah merupakan sumber dari segala risiko berbahaya.

“Pemilahan sampah di sumber menjadi syarat mutlak untuk memuliakan dan menjaga kesehatan serta keselamatan kerja petugas persampahan. Kalau kita mencampur sampah kita sebenarnya kita sedang membahayakan dan menghinakan petugas persampahan," ujar David Sutasurya.

Dengan memilah sampah, kita bisa memudahkan pekerjaan para petugas kebersihan. Selain itu juga menjauhkan mereka dari risiko kesehatan, bahkan risiko kematian seperti yang dihadapi Wawan.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X