Sabtu, 25 Januari 2020

Satelit Mendeteksi 18 Titik Api di Jawa Barat

- 13 September 2019, 14:31 WIB
PEMUKIMAN warga berada tidak jauh dari lahan gambut yang terbakar beberapa waktu lalu di Kampung Pasir Paros, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat 13 September 2019*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) mendeteksi sedikitnya terdapat 18 titik panas di 8 kabupaten di Jawa Barat.

Data sebaran titik panas itu didapat berdasarkan pantauan sensor MODIS yang diperoleh melalui pencitraan satelit sejak 12 September 2019 pukul 7.00 hingga 13 September 2019 pukul 4.00.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya, saat dikonfirmasi mengatakan, sebaran titik panas tersebut merupakan hasil citra satelit.

Dari pencitraan satelit, kata dia, beberapa lokasi yang terdeteksi sebagai sebaran titik panas yakni

1. Kabupaten Bandung: Kecamatan Ibun (3 titik), Paseh (1 titik), Dayeuhkolot (1 titik), dan Pacet (1 titik)
2. Kabupaten Cianjur: Kecamatan Cibinong (1 titik), Campaka (2 titik), dan Cikalong Kulon (1 titik)
3. Kabupaten Garut: Kecamatan Cikelet (1 titik)
4. Kabupaten Indramayu: Kecamatan Terisi (1 titik)
5. Kabupaten Kawarang: Kecamatan Tegalwaru (1 titik)
6. Kabupaten Purwakarta: Kecamatan Darangdan (2 titik), Sukatani (1 titik)
7. Kabupaten Sukabumi: Kecamatan Ciemas (1 titik), Cimanggu (1 titik), Purabaya (1 titik), Simpenan (1 titik), dan Tegalbuleud (2 titik)
8. Kabupaten Subang: Kecamatan Dawuan (1 titik)

Data yang dihasilkan berdasarkan citra satelit pantauan sensor MODIS, kata dia, merupakan informasi awal mengenai adanya titik panas di masing-masing daerah. Data ini perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan terkait di masing-masing daerah.

Tony menjelaskan, sebaran titik panas itu merupakan peta dari deteksi titik panas menggunakan sensor MODIS pada satelit Terra dan Aqua. Sehingga, memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luas 1 kilometer persegi. Di wilayah yang tertutup awan, titik panas tidak dapat terdeteksi.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X