Jumat, 21 Februari 2020

Pengemudi Ojol Divonis 5 Tahun Gara-gara Berlaku Tak Senonoh kepada Penumpang

- 12 September 2019, 16:26 WIB
ILUSTRASI pelecehan seksual.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Rahmat Hidayat seorang pengemudi ojek online divonis lima tahun penjara. Rahmat terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh kepada penumpangnya, seorang siswi yang masih di bawah umur.  

Rahmat dijerat undang-undang perlindungan anak sebagaimana dakwaan JPU Kejari Bandung.

Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang putusan kasus dugaan asusila terhadap anak di bawah umur, di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis 12 September 2019.

Dalam amar putusannya, Nawaji menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindakan tidak senonoh, pencabulan, atau asusila terhadap anak di bawah umur sebagaimana pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas perubahan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun," katanya.

Vonis majelis sama dengan tuntutan JPU Kejari Bandung Lucky, yakni lima tahun penjara. Atas putusan tersebut terdakwa dan kuasa hukumnya pikir-pikir, begitu juga dengan JPU.

Perbuatan asusila atau pencabulan yang dilakukan terdakwa berawal saat terdakwa menerima order penumpang anak perempuan 12 tahun di salah satu SMP di Kota Bandung pada Maret 2019, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum menerima orderan, terdakwa menonton video porno via ponselnya. 

"Saat itu korban memesan ojol untuk pulang ke rumahnya di kawasan Antapani," kata JPU Lucky Afgani usai persidangan.

Melihat wajah korban yang cantik, pelaku langsung menyuruh korban agar duduknya dimajukan lebih dekat ke pelaku seraya berkata,”dek agak majuan”. Korban pun menurutinya.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X