Minggu, 29 Maret 2020

Debit Air Turun, PDAM Tirta Raharja Kaji Pemberian Kompensasi bagi Pelanggan

- 6 September 2019, 14:51 WIB
Kekeringan/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Merosotnya produksi air akibat kemarau berdampak terhadap layanan PDAM (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Tirta Raharja kepada masyarakat. Tirta Raharja mengkaji pemberian kompensasi kepada pelanggan yang tidak terlayani pasokan air bersih selama musim kemarau.

Hal itu diungkapkan Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Sri Hartati di kantor PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Cimahi, Jumat 6 September 2019.

"Kami akan mempertimbangkan ada kompensasi apabila pelanggan tidak dapat air. Skemanya ada, sedang dihitung," ujarnya.

PDAM Tirta Raharja akan mengondisikan kompensasi tersebut dengan perhitungan khusus. "Nanti ada aturannya," ucapnya.

Layanan PDAM Tirta Raharja mencakup tiga wilayah yaitu utara, selatan, dan timur dengan daerah layanan Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. Jumlah total pelanggan saat ini  mencapai 100.000 sambungan rumah.

loading...

Namun, distribusi air kepada pelanggan pada kemarau sangat berdampak pada pelayanan di wilayah utara yang meliputi Cimahi dan Bandung Barat.

"Yang paling terkena pengaruh penurunan distribusi air saat ini terutama Cimahi dan sekitarnya, ada penurunan debit air," ucapnya.

Leuwigajah paling parah

Sumber air dari wilayah utara berasal dari Sungai Cijanggel, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang saat ini mengalami penyusutan. Dengan kapasitas normal mengolah hingga 166 liter ari per detik, pada musim kemarau panjang kali ini, kapasitasnya turun drastis menjadi 45 liter per detik.

"Memang dari sumbernya sudah sangat berkurang. Tidak hanya mengandalkan sungai, kami juga berupaya menambah pasokan air dari mata air, genangan di Saguling, sumur dalam, dan lainnya," katanya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X