Minggu, 19 Januari 2020

Warga Binaan Lapas Jelekong Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan untuk Mendapat Ijazah

- 4 September 2019, 18:22 WIB
WARGA binaan memperlihatkan ijazah tanda kelulusan setelah mengikuti program pembinaan pendidikan Paket B dan C usai acara Kelulusan Penyerahan Ijazah Warga Belajar Paket B dan C di Saung Sabilulungan Lapas Narkotika kelas 2 A Jelokong, Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu, 4 September 2019. Kendati mendapatkan pendidikan formal di lingkungan lapas, Kelapa Lapas Narkotika Kelas 2A Jelekong Gun Gun berharap jika warga binaan yang mendapatkan ijazah mampu menjadi manusia yang lebih baik dan meneruskan pendidikan formalnya ke jenjang yang lebih tinggi.*/ADE MAMAD/PR

 

BUKAN sebuah pembenaran, namun desakan kebutuhan ekonomi memang harus diakui menjadi salah satu faktor pemicu yang menuntun seseorang pada tindak kejahatan. Apalagi jika tak memiliki bekal pendidikan yang memadai, jalan pintas biasanya lebih mudah menjatuhkan mereka ke jurang kekhilafan.

Penyesalan yang memang biasa datang belakangan, tak lagi berguna ketika nasi sudah menjadi bubur. Jeruji besi lah yang kemudian harus menjadi ganjaran bagi mereka untuk menebus kesalahan dan memperbaiki diri di masa depan.

Meskipun demikian, seorang narapidana tetaplah manusia yang memiliki hak untuk bercita-cita menjadi orang yang sukses dan berguna bagi keluarga, bangsa dan negara. Negara pun tetap berkewajiban memberikan hak mereka sebagai manusia, termasuk hak pendidikan.

Hal itulah yang melatarbelakangi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jelekong, Kabupaten Bandung dalam memfasilitasi warga binaannya guna mendapatkan pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. Bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Babusalam Baleendah, warga binaan Lapas Jelekong saat ini bisa mengenyam pendidikan dan mendapatakan ijazah setara SD, SMP dan SMA yang sebelumnya tak bisa mereka dapatkan di luar.

"Alhamdulillah saya senang sekali bisa mendapatkan ijazah kesetaraan SMP atau Paket B. Dulu saya hanya sempat sekolah sampai SD, karena terbentur biaya. Saya terpaksa bekerja menjadi buruh sampai akhirnya khilaf dan masuk penjara," kata salah seorang warga binaan Fitriadi (24) seusai diwisuda sebagai lulusan Paket B di Lapas Jelekong, Rabu, 4 September 2019.
 

Demi menjaga nama baiknya yang tengah dalam pemulihan, Fitriadi meminta untuk tak mempublikasikan kasus yang membawanya ke dalam penjara. Namun ia menegaskan bahwa kejadian itu adalah salah satu hal yang paling ia sesali sepanjang hidupnya.

Satu hal lain yang paling disesali oleh Fitriadi, adalah ia tak sempat memanfaatkan kesempatannya saat masih menjadi manusia bebas, untuk meneruskan pendidikan kesetaraan. "Oleh karena itu saya sangat berterima kasih kepada pihak lapas yang memberikan kesempatan saya untuk mendapatkan ijazah setara SMP," ucapnya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X