Kamis, 23 Januari 2020

FKPL Curigai Proyek Normalisasi Sungai Citarum Makin Sempit

- 2 September 2019, 16:16 WIB
PROYEK normalisasi Sungai Citarum mulai dari Desa Rancakasumba Kecamatan Solokanjeruk sampai Desa Majalaya Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, dipertanyakan pegiat lingkungan.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

Setelah melakukan audensi itu, kata Juarsa, FMPL akan mendorong BBWSC untuk turun ke lapangan untuk sama-sama melakukan kajian ulang. "Niat baik kami ini, semata-mata hanya untuk menyelamatkan kawasan Majalaya dari ancaman banjir. Kami khawatir, mulai Desember 2019 mendatang, aliran air Sungai Citarum sudah mulai besar," ujarnya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Tebang pilih

Ia pun mempertanyakan kenapa pabrik yang ada di bantaran Sungai Citarum tak ditertibkan? Sementara lahan milik masyarakat dibebaskan dalam upaya mendukung pemerintah dalam upaya pengerjaan proyek normalisasi Sungai Citarum

Juarsa menduga, pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Sungai Citarum ada tebang pilih. Sehingga ia menuntut ada keadilan dalam pembebasan lahan proyek pengerjaan normalisasi Sungai Citarum. Dengan harapan, pengerjaan normalisasi Sungai Citarum lebih lebar dan dalam penampang sungainya. 

"Kalau Sungai Citarum sempit, ini sama dengan menunggu bencana datang. Itu yang kami khawatirkan saat ini, setelah memantau pengerjaan proyek normalisasi Sungai Citarum," tandasnya. 

Terkait kekhawatiran itu, kata Juarsa, FMPL akan mengajak pihak BBWSC untuk menjadwalkan dan sama-sama turun ke lapangan melihat pengerjaan Sungai Citarum

"Dengan harapan bisa melakukan kajian ulang. Kami minta proyek normalisasi distop dulu, jangan dikerjakan dulu, sebelum ada kajian ulang," katanya.

Pembetonan

Di tempat sama, Pegiat Lingkungan lainnya, Iwan Bacek mengatakan, dalam hukum sungai, aliran air itu dari hulunya sempit dan mengalir ke bagian hilir dengan penampang sungai lebih lebar. 

"Ini yang saya perhatikan, lebar Sungai Citarum di kawaaan Gandok Ciraab cukup lebar, namun memasuki jembatan Patrol Jalan Raya Laswi menjadi sempit," katanya.

Iwan juga mendukung proyek normalisasi Sungai Citarum itu, dengan cara dibeton untuk melindungi bangunan lainnya. "Pembetonan itu untuk memudahkan pemeliharaan di saat mengeruk sedimentasi," katanya. 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X