Minggu, 15 Desember 2019

Realisasi Masih Rendah, Bapenda Kabupaten Bandung akan Genjot Pajak Lebih Giat

- 1 September 2019, 17:14 WIB
ILUSTRASI insentif pajak.*/DOK. KABAR BANTEN

SOREANG, (PR).- Hingga akhir Agustus, realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Bandung sudah mencapai Rp 298,28 miliar. Meskipun baru 64,54 persen dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan sebesar Rp 462,18 miliar, namun jumlah itu sudah mencapai 75 persen dari target APBD murni sebesar Rp 398 miliar.

Kondisi tersebut membuat Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Usman Sayogi optimistis bisa melebihi target realisasi pajak daerah dengan siswa waktu sekitar empat bulan. "Terlebih kami memiliki program untuk menggenjot empat sektor pajak yaitu parkir, hiburan, restoran dan hotel," ujarnya saat dihubungi Minggu, 1 September 2019.

Di sektor pajak parkir, kata Usman, sejauh ini pihaknya sudah mencapai realisasi Rp 1,5 miliar atau 79,07 persen dari target Rp 1,19 miliar. Namun jumlah itu baru diperoleh dari badan usaha yang sudah menerapkan sistem perparkiran elektronik. 

Meskipun demikian kajian Bapenda menjunjukan bahwa masih banyak potensi pajak parkir yang belum tersentuh di sejumlah badan usaha lain yang masih menerapkan sistem parkir konvensional. "Masih banyak badan usaha seperti minimarket, bank, pabrik dan lain-lain, memiliki lahan parkir yang berbayar tetapi belum menyetorkan kewajiban pajak parkirnya kepada pemerintah," kata Usman.

Menurut Usman, selama ini pihaknya terkendala dengan aturan di mana badan usaha yang bisa dikenakan pajak parkir hanyalah mereka yang memungut tarif jasa parkir. Sedangkan yang tidak memungut, tidak diwajibkan membayar pajak parkir.

Kenyataannya, kata Usman, banyak sekali kasus di mana badan usaha yang bersangkutan memang tidak memungut tarif parkir. Tetapi di lapangan terjadi pungutan parkir oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kondisi seperti itu terjadi rata-rata di minimarket, kantor bank, pabrik dan sejumlah badan usaha lain. Di tempat-tempat seperti itu, pontensi pendapatan daerah dari pajak parkir akhirnya lari ke oknum yang tak bertanggung jawab.

Hal itu dilansir Usman, perlu dilakukan Pemkab Bandung karena potensi yang hilang selama ini jauh lebih besar dari pendapatan pajak parkir yang masuk ke pemerintah. Dengan jumlah sedikitnya 500 gerai, potensi pajak parkir minimarket saja diprediksi tak kurang dari Rp 3,6 miliar per  tahun atau 2,4 kali lipat pendapatan pajak parkir yang selama ini masuk ke Pemkab Bandung. 

Selain parkir, pajak lain yang akan dioptimalisasi adalah pajak hiburan dari objek wisata air (waterboom) yang selama ini belum tergali. "Dengan jumlah sekitar 340 waterboom se-kabupaten bandung, ada potensi pajak daerah yang belum tergali Rp 680 juta per bulan atau Rp 8,2 miliar per tahun," ujarnya.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X