Jumat, 10 April 2020

Industri 4.0, Balai Besar Tekstil Fokus Pengembangan Tekstil Fungsional

- 28 Agustus 2019, 17:35 WIB
KEPALA Puslitbang Industri, Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat atranspoetasi, dan Elektronika Kemenperin Sony Sulaksono memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional Tekstil 2019, di Transhotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019. Seminar mengangkat tema Tantangan dan Peluang Inovasi Tekstil dan Apparel di Era Indistri 4.0.*/ADE BAYU INDRA/PR

Tantangan sumber daya manusia

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Sony Sulaksono mengatakan, tantangan terbesar era revolusi industri ialah menyediakan sumber daya manusianya. "Ini juga tantangan di negara-negara maju," kata Sony usai membuka dan menjadi pembicara kunci di SNT 2019.

Kementerian Perindustrian sendiri mendorong lahirnya SDM yang bermutu lewat pembentukan Badan Pengembangan SDM Industri. Kurikulum pengajaran juga mulai diubah menjadi berbasis teknologi 4.0 dan siap mengantisipasi teknologi yang akan datang.

Dalam paparannya, Sony mengatakan, industri tekstil harus memulihkan daya saing global dengan meningkatkan kemampuan hulu dan fokus pada pakaian fungsional. "Peluangnya besar," uajrnya. Hal itu didasari pada pertumbuhan konsumsinya terbesar ASEAN. Pasar domestiknya pun besar. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri memberi kontribusi paling besar terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2019, yaitu sebesar 19,52 persen. Sektor industri tekstil dan pakaian jadi melejit dengan pertumbuhan sebesar 20,71 persen. 

SNT 2019 merupakan forum ilmiah yang digelar rutin dua tahun sekali. Tahun ini, SNT diikuti oleh 150 peserta dari kalangan instansi pemerintah, industri, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat umum. Selain Sony, hadir sebagai pembicara utama ialah Ketua Dewan Serat Indonesia Euis Saedah, Pakar Tekstil, Kimia dan Rancang bangun Badan Pengakjian dan Penerapan Teknologi Sudirman Habibie, serta Direktur Asia, Managing Director MPDV Asia Pte. Ltd. Sascha Graef. 

Pelaksanaan SNT ini, kata Wibowo, penting untuk membangun ekosistem inovasi melalui kolaborasi lintas lembaga, baik dari lembaga litbang pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi, juga industri sendiri. 

Tahun ini, SNT menyajikan 31 makalah yang berasal dari berbagai lembaga penelitian dan pengembangan pemerintah seperti BPPT, BBT, Pusat Produksi Bersih Nasional, dan Balai Besar Kerajinan dan Batik; perguruan tinggi, diantaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Polteknik ATK Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Politeknik STT Tekstil Bandung. SNT 2019 juga menghadirkan expo yang menampilkan hasil penelitian Balai Besar Tekstil serta produk industri dari PT CS Indonesia dan PT Pratama Graha Semesta.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X