Senin, 17 Februari 2020

Industri 4.0, Balai Besar Tekstil Fokus Pengembangan Tekstil Fungsional

- 28 Agustus 2019, 17:35 WIB
KEPALA Puslitbang Industri, Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat atranspoetasi, dan Elektronika Kemenperin Sony Sulaksono memaparkan materinya, saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional Tekstil 2019, di Transhotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019. Seminar mengangkat tema Tantangan dan Peluang Inovasi Tekstil dan Apparel di Era Indistri 4.0.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Menghadapi era industri 4.0, Balai Besar Tekstil akan fokus kepada pengembangan tekstil fungsional dan material ramah lingkungan (green textile). Balai Besar Tekstil tengah membangun jejaring dari hulu ke hilir sehingga hasil penelitian dan pengembangan bisa diterapkan di sektor industri.

Tekstil fungsional merupakan tekstil yang mempunyai fungsi khusus, selain sebagai bahan sandang. Misalnya saja tekstil yang digunakan sebagai bahan pelapis di bagian dalam atap mobil, karpet, dan lain sebagainya.

Kepala Balai Besar Tekstil Bandung Wibowo Dwi Hartoto menjelaskan, permintaan tekstil fungsional secara global menunjukkan perkembangan pesat pada kurun waktu 2016-2017. Peningkatan permintaan dunia bisa mencapai 7-9 persen.

"Itu yang kita upayakan (manfaatkan) dengan apa yang kita lakukan. Didorong lagi dengan penerapan Making Indonesia 4.0 bisa lebih cepat," kata Wibowo di sela-sela pelaksanaan Seminar Nasional Tekstil (SNT) 2019: Tantangan dan Peluang Inovasi Tekstil dan Apparel di Era Industri 4.0 yang dilaksanakan di Trans Convention Centre, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.

Ia mengatakan, di era industri 4.0 ini, tak hanya soal penerapan teknologi. Titik beratnya justru bagaimana rantai suplai dan penelitian pengembangan terkait material.

"Rencana tahun depan ada pengadaan alat melt spinning (pemintalan benang). Ini yang akan jadi roh kegiatan kelitbangan untuk menciptakan banyak functional textiles," tuturnya.

Wibowo menjelaskan, di era transformasi teknologi ini, konektivitas menjadi hal penting. Oleh karena itu perlu membangun jejaring dengan semua pelaku dan penyedia material sehingga hasil-hasil penelitian dan pengembangan bisa digunakan oleh industri. Dalam upaya itu, Balai Besar Tekstil Bandung membangun kerja sama dengan berbagai pihak dari hulu hingga hilir. 

Di SNT 2019 ini sekaligus dilaksanakan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Balai Besar Tekstil dengan Fakultas Farmasi Unpad, juga dengan PT Trisulatex. Selain itu juga penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Nano Center Indonesia, PT Nukieus Indonesia, Forum Jaga Seke Tatar Sunda, PT Enerco Inter Selaras, dan PT Rekadaya Multi Adiprima.

"Ini untuk membangun konektivitasnya. Di sektor hulu misalnya dengan jaga Seke. Lalu kami melaksanakan litbangnya, salah satunya dengan Fakultas Farmasi, dengan Trisulatex juga melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Sementara dengan Rekadaya untuk hilirisasinya. Jadi dari hulu sampai hilir sudah nyambung," tuturnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X