Rabu, 19 Februari 2020

Museum Kebun Binatang Bandung Ditutup, 263 Hewan Awetan Dimusnahkan

- 28 Agustus 2019, 19:22 WIB
AKTIVITAS petugas saat kegiatan pemusnahan koleksi Museum Bandung Zoological Garden di area Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 28 Agustus 2019. Sebanyak 263 ofsetan satwa dimusnahkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jabar tersebut dilakukan karena sudah rusak dan tidak bisa digunakan sebagai alat Peraga pendidikan dan penelitian.*/ ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Kebun Binatang Bandung (KBB) atau Bandung Zoo memusnahkan 263 hewan awetan koleksi museum Kebun Binatang Bandung, Rabu 28 Agustus 2019. Aneka satwa seperti primata, reptil, hingga burung-burungan dimusnahkan BKSDA Wilayah III Jabar dengan cara dibakar bersamaan. Adapun hewan awetan saat itu terdiri atas awetan basah dan kering.

Marketing Communication KBB Sulhan Safii menuturkan, pemusnahan dilakukan karena awetan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dijadikan bahan penelitian maupun pendidikan. Pasalnya terkait dengan usia awetan yang rata-rata sudah berumur 30 tahun atau sejak tahun 1987-an, kondisinya saat itu sudah lapuk dan melepuh. Akhirnya pihaknya memutuskan untuk menutup museum tersebut dan akan mengganti museum dengan Zona Afrika.

“Tapi kami tetap akan menyediakan bahan penelitian maupun pendidikan dengan hewan awetan seperti ini namun jumlahnya lebih sedikit,” kata dia pada wartawan.

Dadang Hernawan, Analis Data Perlindangan Seksi Konservasi  BBKSDA Wilayah III Bandung mengatakan, pemusnahan tersebut menindaklanjuti permohonan dari KBB bahwa ada satwa awetan atau offsetan yang tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk peragaan penelitian dan pendidikan. Pembakaran hewan awetan yang sudah tidak layak tersebut merupakan sebuah keharusan.

“Pemusnahan ini ada dalam UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi  Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosisitemnya dan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dan PP No 8/1999 tentang pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar,” kata dia saat menyaksikan pemusnahan.

 Menurut dia, pada prosesnya, pihaknya menerima permohonan dari KBB sudah sejak September 2018 lalu. BBKSDA melakukan pendataan dan pemeriksaan terlebih dahulu dan akhirnya bisa dieksekusi pada Agustus tahun 2019.

BBKSDA mengimbau kepada pihak-pihak yang memiliki hewan awetan terutama hewan maupun tumbuhan  dan satwa liar untuk segera menyerahkannya ke BBKSDA. "Daripada harus diambil oleh BBKSDA, nantinya pemilik awetan tersebut akan terkena sanksi pidana," katanya.***l


Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X