Rabu, 26 Februari 2020

Dua Saksi Dihadirkan dalam Sidang Praperadilan Mantan Dirut PD Pasar Bandung Bermartabat

- 22 Agustus 2019, 07:07 WIB
DUA saksi dihadirkan dalam sidang praperadilan mantan Pj Dirut PD Pasar Bandung Bermartabat Kota Bandung, Andri Salman, terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu, 21 Agustus 2019. Saksi yang dihadirkan adalah pejabat dari PD Pasar yakni Nolohwati, Kabid Keuangan, dan Ende, bagian akuntansi.*/YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG, (PR).- Sidang praperadilan mantan Pj Dirut PD Pasar Bandung Bermartabat Kota Bandung, Andri Salman, terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung kembali digelar. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu, 21 Agustus 2019.

Dalam sidang tersebut, hadir dua orang saksi dari pihak pemohon praperadilan. Saksi yang dihadirkan adalah pejabat dari PD Pasar yakni Nolohwati, Kabid Keuangan, dan Ende, bagian akuntansi.

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Asep Sumirat tersebut, saksi menjelaskan mengenai uang milik PD Pasar yang didepositokan ke bank swasta sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2017. Selanjutnya, pada tahun 2018, dana tersebut dikembalikan lagi ke kas PD Pasar beserta keuntungan dari penyimpanan dana tersebut.

"Kalau dirata-ratakan, kelebihannya per bulan sekitar Rp10 juta sampai Rp13 juta," ujar saksi Nolohwati.

Menurut kedua saksi, keberadaan dana tersebut sudah diaudit okeh BPK, bersama pengelolaan keuangan lainnya. Hasilnya, BPK memberi peringkat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sementara, ketika ditanya jaksa di mana uang tersebut disimpan, saksi menyatakan bahwa uang disimpan di Andri Salman. "Katanya untuk memudahkan pengelolaan, " kata saksi saat ditanya jaksa kenapa harus disimpan di Andri Salman.

Uang deposito diklaim sudah dikembalikan beserta keuntungannya

Usai sidang, penasehat hukum pemohon, Heri Gunawan, mengatakan bahwa uang yang dipermasalahkan oleh jaksa sebesar Rp2,5 miliar itu sudah tidak masalah karena sejak 2018 sudah dikembalikan bahkan dengan keuntungannya. "Malahan negara diuntungkan mengingat uang Rp2,5 miliar utuh bahkan ada lebihnya sekitar 200 juta," katanya.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X