Rabu, 8 April 2020

Ridwan Kamil: Tak Semua ASN Bisa Bekerja di Rumah

- 15 Agustus 2019, 17:01 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri acara penyerahan Surat Keputusan calon terpilih anggota DPRD Provinsi Jabar Periode 2019-2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Kota Bandung, Rabu 14 Agustus 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG,(PR).- Meski masih wacana, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menyesuaikan jika ASN bekerja dari rumah diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, tidak akan semua ASN bisa melakukan hal tersebut, hanya bagian-bagian tertentu yang bisa memberikan pelayanan tanpa harus bertemu langsung dengan masyarakat.

"Itu kan baru wacana jadi kita belum merespons secara formal, saya respons pribadi bahwa gagasan itu memungkinkan, tapi harus dipilih jenis-jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan pertemuan fisik antara masyarakat yang dilayani dan birokrasi," ujar Ridwan, di Gedung Pakuan, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut dia, penerapan ASN bekerja dari rumah bisa dilakukan karena memang ada hal-hal yang sifatnya rutin yang bisa dilakukan melalui proses teknologi. Contohnya pengendalian sistem lapor, dan komplain. "Itu bisa di mana saja," ucap dia.

Terkait adanya daerah yang menyuarakan penolakan, Ridwan menilai sikap tersebut sesuatu yang wajar karena masih wacana.

"Kalau saya sih fleksibel saja akan menyesuaikan (jika diterapkan)," tutur dia.

Masuk ranah digital

Sebelumnya, munculnya wacana ASN kerja dari rumah sebagai bagian dari Smart ASN menuju birokrasi 4.0.

Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, persaingan global saat ini masuk dalam ranah digital, termasuk pada sistem pemerintahan. Indonesia, mau tidak mau, juga ikut dalam arus revolusi industri 4.0 tersebut. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dipaksa untuk adaptif terhadap teknologi agar kinerja pelayanan lebih cepat, akurat, dan efisien.

Smart ASN memiliki profil yang disiapkan untuk menghadapi era disrupsi dan tantangan dunia yang semakin kompleks. Profil Smart ASN meliputi integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT, dan bahasa asing, berjiwa hospitality, berjiwa entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas.

Smart ASN yang tidak gagap teknologi atau gaptek akan menggiring sistem pemerintahan Indonesia ke birokrasi 4.0, yang tentu beriringan dengan revolusi industri 4.0. Semua jenis layanan publik yang diselenggarakan pemerintah akan berbasis digital dan terintegrasi. Tentu, digitalisasi sistem pemerintahan ini juga diimbangi dengan keamanan siber yang mumpuni.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X