Senin, 16 Desember 2019

Ridwan Kamil: Di Daerah Tidak Ada Koalisi Oposisi , Semua Kolaboratif

- 14 Agustus 2019, 16:00 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil. */DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR), - Wajah baru DPRD Jabar 2019-2024 diyakini Gubernur Jabar Ridwan Kamil memiliki semangat membangun Jabar meski didominasi oleh partai-partai yang bukan pendukung Ridwan pada Pilgub 2018 lalu.

Untuk diketahui, Gerindra mendominasi DPRD Jabar dengan 25 kursi, disusul oleh PKS dengan 21 kursi dan PDIP dengan 20 kursi,  kemudian Golkar 16 kursi.

Sementara partai pendukung atau koalisi pengusung pasangan gubernur dan wakil gubernur Jabar hanya PKB yang  mendapatkan lebih banyak yaitu 12 kursi, sedangkan Nasdem 4 kursi, dan PPP 3 kursi.

"Saya kira uniknya di Jabar tiap lima tahun ada perubahan komposisi menandakan aspirasi Jabar yang mungkin relevan sesuai ekspetasinya, " Kata Ridwan di Gedung Sate, Rabu 14 Agustus 2019.

Menurut Ridwan, dengan komposisi saat ini, DPRD Jabar nanti akan diketuai oleh Gerindra,  PKS, Golkar,  PDI Perjuangan dan PKB. Hal itu merupakan hasil yang wajar. Namun dengan komposisi tersebut bukan berarti DPRD saat iini akan jadi oposisi pemerintah.

"Di daerah enggak ada koalisi oposisi, semua cair, semua diberi komunikasi yang memadai, semua kolaboratif membangun Jabar Juara. Saya sudah ketemu sama pimpinan-pimpinan partai secara informal semua menyatakan semangat membagun Jabar," Tutur dia.

Ditegaskan Ridwan, tugas DPRD tidak ada yang baru siapapun atau bagaimanapun komposisinya.Dewan itu berfungsi melakukan pengawasan,  penganggaran dan membuat legislasi. Yang penting semangatnya kebersamaan saja.

"Bangunan Jabar kan bukan untuk orang perorang dan definisi pemerintah daerah  dibagi dua. Eksekutif dan legislatif, " ucap dia.

Pengamat politik dan pemerintahan dari UPI Karim Suryadi meminta DPRD yang akan dilantik untuk memosisikan sebagai bagian dari pemerintah daerah selain tetap menjalankan tiga fungsi utamanya.


Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X