Kamis, 27 Februari 2020

Jurig Runtah, Sulap Sampah Jadi Pot Bunga Unik

- 12 Agustus 2019, 18:15 WIB
WISNU Suardaya (40), warga Kampung Sukarame, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang menyulap sampah anorganik terpilah menjadi barang bernilai ekonomis lebih tinggi berupa pot bunga.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

PERMASALAHAN sampah di Kabupaten Bandung hingga kini belum juga tuntas. Di sejumlah wilayah, tempat pembuangan sampah sementara (TPS) ilegal masih sering bermunculan meskipun berkali-kali Dinas Lingkungan Hidup melakukan operasi bersih.

Padahal, Pemkab Bandung sejak lama sudah menargetkan wilayahnya bebas dari sampah pada 2020 mendatang. Namun hingga kini, pola pikir dan kebiasaan buruk oknum masyarakat lah yang masih menjadi kendala terbesar.

Meskipun demikian, ternyata masih banyak warga Kabupaten Bandung juga peduli terhadap lingkungan terutama masalah persampahan. Salah seorang di antaranya adalah Wisnu Suardaya (40), warga Kampung Sukarame, Desa Parungserab, Kecamatan Soreang.

Di kalangan warga sekitar Parungserab dan Soreang, Wisnu lebih dikenal dengan panggilan akrab "Jurig Runtah" (hantu sampah). Hal itu tak lepas dari upaya tanpa pamrihnya dalam mengurangi sampah lingkungan sekitar.

Meski berawal dari kekesalan, ide kreatif pun muncul dari benak Wisnu ketika ia melihat tumpukan sampah di beberapa titik di wilayah Soreang. "Saya berpikir bagaimana mengurangi tumpukan sampah yang dikeluhkan oleh warga dan pemerintah," ucapnya Senin, 12 Agustus 2019.

Wisnu pun akhirnya memulai tekadnya itu dengan melakukan pemilahan sampah di sejumlah titik tumpukan. Namun tak sebatas menjual dalam bentuk mentah, kreatifitasnya membuat sampah anorganik terpilah disulap menjadi barang bernilai ekonomis lebih tinggi berupa pot bunga.

Tak sampai di situ, ide kreatif itu juga kini sudah ditularkan oleh Wisnu ke pegiat lingkungan di kecamatan lain. "Alhamdulillah sekarang pot bunga dari sampah ini sudah tersebar di banyak kecamatan di Kabupaten Bandung," ujarnya.

Wisnu menambahkan, sosialisasi ide kreatif itu tidak sulit diterima karena memang proses pembuatan pot bunga itu sendiri cukup mudah. Sampah anorganik yang bisa dijadikan bahan utama antara lain kardus, kain, baju, handuk, karung goni dan popok bekas.

"Awalnya saya mencampurkan kain bekas dengan adonan semen. Kemudian barulah modelnya dibentuk dan saya sengaja membuat yang berbeda dari pot bunga yang umum," kata Wisnu.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X